sorry for waiting so long babe x
This is last part for this week bc I will meet with my exam ugh and wish me luck x
happy reading guys ilysm
Ku tengadahkan kedua telapak tanganku,sensasi dingin menjalari merasuki tubuhku ketika butiran lembut berwarna putih itu jatuh di kedua telapak tanganku dan seketika melumer,tak hanya satu atau dua yang jatuh ke telapak tanganku melainkan bepuluh-puluh salju memberondong seakan menerjang telapak tanganku yang tak terbungkus apapun.
Ku hembuskan nafasku pelan berusaha mengatur deru nafas yang terus memburu karena dinginnya cuaca hari ini,ku hentikan kegiatan bodoh yang mengusik beberapa orang untuk memperhatikanku,lucu memang.Aku menyebut diriku sendiri bodoh.
"Jocelyn?" aku menoleh dan mendapati sepasang mata hijau laut tengah tersenyum ke arahku."glad to meet you"
"Me too Lou," sahutku."kau sedang apa di sini?"
"Aku memang tinggal di London," ucap Louis sambil mensejajarkan langkahnya dan langkahku."kau sendiri?sedang berlibur atau bagaimana?"
"Mengembalikan ingatan yang hilang," ucapku tersenyum tanpa menoleh ke arah Louis."lebih tepatnya sedang berusaha,aku lelah terlihat seperti orang bodoh terus menerus"
Aku menoleh ke samping,ku lihat Louis tiba-tiba berdiam berdiri mematung di belakangku.Aku menyeringitkan dahi bingung,apa aku sudah salah bicara?
"Hey?" aku memanggilnya."kenapa kau berhenti?"
"Ti-tidak," Louis menggeleng dan menghampiriku.Kami berduapun kembali berjalan beriringan.
Suasana canggung sedang melingkupi kami berdua,entah kenapa tiba-tiba Louis jadi berdiam diri tatapan matanya tampak nanar menatap jalan sekitar,aku jadi bingung sendiri.
"Uhm Jo?" aku menoleh melihat Louis yang menggaruk tengkuknya."kau mau ku bantu untuk mengembalikan ingatanmu?yah walaupun aku tidak begitu mengenalmu"
"Aku selalu menerima siapapun yang mau membantuku Lou," aku tersenyum tipis."jadi kau mau membantuku dari mana?"
"bagaimana kalau dari rumah lamamu dengan Niall?" tawarnya."siapa tau ada barang yang tertinggal dan bisa mengembalikan ingatanmu"
"Well," aku mengangguk."tapi aku rasa tidak bisa malam ini ju-"
"-kenapa?" tanya Louis memotong ucapanku."kau ada acara di luar?padalah aku sudah mendapatkan kunci rumahmu,yah kau tidak akan mau tahu bagaimana cara aku mendapatkannya"
Aku terkekeh lalu menepuk bahunya pelan,"kau lupa ini malam natal?aku ingin berkeliling mencari udara segar dan membeli perlengkapan untuk natal besok"
"bolehkah aku menemanimu?" tanya Louis."kalau kau tidak keberatan"
"tentu saja," aku tersenyum menatap mata hijaunya yang selalu terlihat sendu."bagaimana kalau sekarang kita cari kedai kopi?udara di sini semakin dingin"
"baiklah kapten," Louis tertawa kecil."kau yang memimpi semuanya"
Aku terkekeh kecil melihat tingkah Louis lalu berjalan menarik pergelangan tangannya yang terbungkus sweater berwarna biru tua,terasa hangat dan nyaman.
--
"Ya tunggu sebentar," aku berteriak ketika mendengar suara ketukan pintu dari luar apartement,ku tolehkan pandanganku pada jam dinding di atas kepalaku,baru jam setengah tujuh malam kenapa Louis sudah menjemputku?
"Harry?" aku terbelak kaget ketika melihat sesosok tinggi menjulang tengah tersenyum lebar ke arahku."sedang apa kau di sini?"
"ingin mengajakmu menikmati malam natal," jawabnya santai."kau mau tidak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Say 'Hello'; completed
Fanfiction[ book 2 of 3 ] Jika kalian mengira kisah Jocelyn dan Harry sudah berakhir. Kalian salah besar. Copryight americanlt
