serpihan 2

47 12 0
                                        

"Kehadiranmu, mengisi keheningan di setiap sudut di rumahku. Bahkan sampai di setiap sudut pikiranku."

-El Greco Dewa Antariksa-

______________________________________

Dewa berpikir keras setengah hari ini. Memikirkan bagaimana lukisannya menjadi nyata. Dan yang parah nya lagi si Cewek gak mau ngomong sama sekali. Bagaimana Dewa bisa tahu asal usul kehidupannya yang semula hanya di lukisan.

"Arggh, bisa gila gue!" Teriak Dewa frustasi.

Sudah berulang kali Dewa meneliti dan menginterogasinya. Tapi itu tidak membawa hasil apa -apa. Gadis itu malah menatap Dewa dengan wajah polos dan mengerutkan dahinya.

Dewa menghampiri gadis tersebut yang sedang asyik menonton drama Korea di televisi ruang santai milik Dewa dengan posisi kepala di bawah serta kaki di atas dan sofa sebagai penumpu badanya. "Heh! Duduk tuh yang benar!." Tegur Dewa saat melihat tingkah aneh si gadis.  gadis itu tidak menggubris Dewa sedikit pun.

"Masyaallah. Lo dengar gue gak sih?!" Dewa mengusap kasar wajahnya untuk yang ke sekian kalinya di hari ini.

Dewa mengalihkan pandangannya ke arah layar kaca yang juga di tatap si gadis. Drama Korea yang sedang menayangkan adegan seorang gadis menangis histeris sambil berulang kali mengucapkan sesuatu. Dewa kembali menatap kepada gadis asing dirumah-Nya ini. Sepintas terlihat jejak air mata di pipi gadis itu. Matanya juga sedikit memerah dan berkaca - kaca.

Lah, dia baper nonton ginian?

"Kalo lo nonton dengan posisi kayak gitu, gak baik buat kesehatan mata dan tulang lo." Nada bicara Dewa sedikit menurun, bahkan terkesan lembut.
Tapi hanya di balas dengan lirikan acuh beberapa detik oleh si gadis dan ia kembali menatap layar kaca di hadapannya.

Karena kesabaran Dewa sudah menipis. Dewa membopong gadis itu dan merubah posisi duduk si gadis menjadi duduk yang normal. Gadis itu menatap lekat wajah Dewa dengan muka polosnya. Tak lama senyuman merekah di bibir merah mudanya dan langsung memeluk manja Dewa.

Dewa terkejut dengan apa yang dilakukan gadis itu padanya. "Woi, mulai kurang ajar lo, yak!" Ucap Dewa masih syok berat. "Oppa Sa- rang-heo" ucap si gadis terbata - bata masih di dalam keadaan memeluk Dewa. Dan sedetik kemudian ia menangis histeris sambil mengulang - ulang kata ' oppa sarangheo' dengan sesenggukan. (Oppa pangilang orang Korea dari perempuan kepada laki-laki yang lebih tua darinya. Sarangheo sama kaya i love you.)

Dewa menyadari ini seperti bagian clip dari drama yang tadi ia lihat sepintas. Dan Dewa kembali melihat ke arah layar kacanya. Di sana adegan yang dilakukan si tokoh perempuan sama dengan yang dilakukan si gadis lukisan Dewa ini. Tertera subtitle di layar kacanya. Aku cinta kamu.

Dewa melirik ke arah gadis yang masih memeluknya dengan erat. Dewa menjadi salah tingkah sendiri sekarang. Dewa mengambil remot dan menekan tombol off .

Gadis itu pun berhenti menangis dan melepas pelukannya dari Dewa.

Cih.. cuma akting dia.

Dewa dan gadis lukisannya saling melempar tatapan.

"Oke, sekarang gue tanya lo sekali lagi, Nama lo siapa? Dan bagaimana bisa lo hidup dari lukisan gue." Dewa memberi tatapan menuntut kepada gadis tersebut.

My Girl From Another DimensionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang