serpihan 6

17 7 0
                                        

Risa memasukkan semua alat tulisnya yang berserakan di atas meja setelah mendengar bell pulang berbunyi. Risa berniat mengunjungi apartemen Dewa karena ia mendapat kabar Dewa tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Iya mendapat kabar itu dari Roy teman sekelas Dewa.

Risa berjalan tegap menyusuri gedung apartemen Dewa. Risa menunggu lift di lantai dasar. Ia membuka ponselnya hanya sekedar untuk mengecek akun Instagram nya.  Di sebelah Risa , terdapat gadis manis yang menggenggam 3 lolipop di tangan nya. Risa sempat melirik sekilas ke arah gadis itu. Yap, gadis itu adalah Dysa.

Pintu lift pun terbuka tepat di depan Risa yang langsung di serbu oleh banyak orang termasuk Risa. Sekitar 5 orang memasuki  lift  tersebut. Membuat Risa sedikit berdesakan. Gadis yang tadi ia lihat membawa lolipop itu pun ikut masuk ke dalam lift dan terus memperhatikan Risa. Ia mencoba mengabaikan tatapan polos Dysa dengan menatap lurus ke depan.

Pintu lift terbuka di lantai 2. Risa melangkah keluar menuju apartemen Dewa. Dysa pun mengejar Risa karena satu lolipop nya  tersangkut pada saku rok seragam Risa. Lolipop Dysa tak sengaja masuk ke dalam saku rok seragam Risa saat berdesakan masuk ke dalam lift tadi. Dysa terus mengejar Risa di depan nya dengan mata yang terus menatap lekat lolipop nya.

Risa menghentikan langkahnya merasa ada yang tidak beres dengan gadis di belakangnya.
"Lo ngikutin gue?"

Dysa tidak memedulikan pertanyaan Risa. Ia melangkah mendekat untuk menggapai lolipop nya. Tangan Dysa mengulur dan sedikit lagi sampai pada saku rok Risa.

Risa menatap perilaku aneh gadis di depan nya yang mulai mengulurkan tangan ke arahnya. Segera ia tepis tangan Dysa dengan kuat. "Lo mau kurang ajar? Hah??" Tanya Risa tidak santai.

Dysa menggelengkan kepalan nya. Ia hanya ingin lolipop miliknya. Dysa bergerak cepat meraih saku rok Risa membuat Risa kelimpungan sendiri akan tingkah Dysa. Risa berteriak tidak jelas. Ia pun mendorong Dysa sekuat tenaga hingga Dysa jatuh tersungkur di lantai. Risa menatap tidak suka dengan nafas tidak teratur. Kemudian ia meninggal kan saja Dysa yang masih tersungkur  di lantai.

Dysa tidak terima dengan perlakuan kasar Risa. Ia memutuskan bangkit dan berlari mengejar Risa di depan sana dengan mata berkilat-kilat. Tangan Dysa berhasil menggapai rambut pirang Risa. Tanpa aba-aba, Dysa menyambar rambut Risa dari belakang degan kekuatan penuh.

Risa berteriak keras saat rambutnya terjambak kasar dari belakang. Rasa perih di sekitar kepalanya pun tidak dapat ia tahan. Rasanya ia benar-benar ingin menangis. Ia pun memencet bell apartemen Dewa yang ada di depan nya dengan satu tangan yang terus memegangi rambutnya.

Dysa melepas genggaman nya dari rambut Risa saat melihat Risa menekan bell apartemen Dewa. Secepat kilat Dysa menjauhi apartemen Dewa dan Risa di depan sana. Risa bersumpah serapah di sana.
"Cewe gila!" Teriaknya.

Risa merapikan rambut nya yang seperti singa. Tak lama pintu apartemen Dewa pun terbuka. Menampilkan sosok Dewa di sela-selanya.

"Risa??"

Dewa tampak bernafas lega.

"Dewa." Panggil Risa. Wajahnya menyiratkan perasaan risi terhadap sesuatu.

"Hm."

"Gue gak di ajak masuk??" Sindir Risa.

Tanpa menyahuti terlebih dahulu pertanyaan Risa, Dewa membuka pintu lebih lebar dengan wajah datar.

Risa meneliti wajah Dewa yang tampak segar-bugar saja. Gerak badan Dewa pun tidak lemas sama sekali. "Lo benaran sakit?" Tanya Risa ragu akan alasan Dewa tidak masuk sekolah hari ini dengan alasan sakit.

My Girl From Another DimensionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang