serpihan 11

16 5 0
                                        

Aku Dysa bukan Asita

.
.
.
.
.
.

"Dewa, Dysa bosan di sini sendirian. Dysa gak tau harus apa? Disini sepi, cuma ada si koika ikan itu. Dysa mau pulang ke Dewa, Dysa kangen Dewa. Dewa boleh gak Dysa tinggal di sana lagi??." Ucap Dysa mencurahkan isi hatinya di depan cermin

Dysa menangis seminggu ini, ia merasa benar-benar kesepian. Ia tidak tau harus berbuat apa disini. Tidak ada teman, tidak ada Dewa. Semuanya hampa.

Dysa mengambil jaket denim nya keluar dari apartemen yang sunyi itu.

Ia melangkah menuju taman agak jauh dari gedung apartemen nya. Seminggu ini ia berjalan-jalan kemanapun yang ia mau sesuka hati, tanpa ada Dewa yang memarahinya. Ia pergi ke taman yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari apartemennya.

Dysa berjalan kaki tentunya.

Dysa duduk di kursi taman, melihat banyak nya anak kecil bermain. Ia rindu Dewa. Dysa pikir ia hadir di dunia ini untuk Dewa, namum ternyata salah. Ia harus hidup sendiri sekarang.

"Asita!" Teriak wanita paruh baya didepan Dysa. Wanita itu berlari menghampiri Dysa, memeluk erat sembari menangis sendu.

Dysa bingung, ia tidak mengerti mengapa ia dipanggil Asita.

"Kamu kenapa nangis??" Tanya Dysa pada wanita paruh baya tersebut. Wanita itu terus saja menangis memeluki Dysa.

"Mah, apa yang mamah lakukan sih??" Tanya laki-laki paruh baya yang baru saja datang.

Wanita iti melepaskan pelukan nya pada Dysa.
"Bukan kah dia mirip dengan Asita, anak kita?" Ucap wanita itu. Dysa diam tidak bersuara.

"Tapi dia bukan Asita, hanya mirip saja."

Wanita itu kini duduk di samping Dysa. "Siapa nama mu nak??"

"Dysa."

"Berapa umur mu??" Tanya wanita itu lagi dengan senyum mengembang, namun tatapan matanya sendu.

Dysa bingung tidak mengerti apa yang di ucapkan wanita itu.

"Umur? Apa itu?"

Wanita tadi mengerutkan keningnya.

"Mah sudah lah, dia bukan Asita." Ucap laki laki paruh baya yang masih saja berdiri di depan sana

Wanita tadi membelai lembut rambut Dysa, senyum tulusnya mengembang. "Saya berumur 40 tahun, saya hidup di dunia ini sudah 40 tahun."

"Dysa hidup di sini baru 5 bulan!! Berarti umur Dysa 5 bulan?!" Ucap Dysa semangat.

Wanita itu kembali mengerutkan keningnya. Menatap lekat Dysa kemudian mencium kening Dysa. "Apa kamu menderita lupa ingatan nak?" Tanya wanita itu sangat lembut.

"Mamah!!!" Sentak pria itu membuat Dysa terkejut. Namun wanita di samping Dysa terus saja mengabaikan pria tersebut dan menaruh perhatian nya untuk Dysa.

"Boleh aku bertemu orang tua mu??" Tanya wanita itu lembut.

"Dysa gak punya orang tua."

Apa mungkin orang tua Dysa itu Dewa? Batin Dysa.

"Kamu hidup sendiri di sini sayang?"

Dysa menangguk.

Kini wanita itu menatap kearah suaminya. Menyorot kan harapan dari kedua manik matanya.

"Pah, Boleh kah dia kita adopsi? Dia bilang tidak punya orang tua." Pinta wanita itu.

"Apa itu adopsi?" Sela Dysa, dengan polos.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 06, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Girl From Another DimensionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang