"Ssaem," Anra menegakkan kepalanya yang sedari tadi menunduk --mencatat beberapa hal yang ia pikir penting saat dosennya membicarakan materi bahan kuliahnya.
Ia berbalik, menegok ke arah kursi Taehyung yang berjarak sekitar dua bangku di belakangnya. Anra melihat Taehyung mengangkat satu tangannya, "Izinkan saya pergi ke toilet, Ssaem."
"Lemas sekali cara bicaranya. Seperti orang sekarat saja dia." Oceh Anra.
Setelah Sang Dosen menganggukkan kepalanya --memberi izin Taehyung, terlihat si pria manis itu berlalu melewatinya, walaupun langkahnya agak sempoyongan, sih.
"Jim," panggil Anra.
"Hm."
"Itu si Taehyung baik-baik saja? Kok lemas gitu sih."
"Ah sudahlah, palingan dia lagi stress." Selalu saja begitu. Padahal Jimin itu sangat dekat dengan Taehyung.
"Masa bodoh lah!" Kesal Anra, kembali menulis perkataan apa yang keluar dari bibir dosennya.
♡♡♡
Taehyung tergeletak di atas ranjang ruang kesehatan, menutup matanya erat, enggan bergerak sedikitpun. Setelah Song Seonsaengnim memberinya sebutir obat penghilang rasa sakit, ia tak kuasa menahan rasa kantuknya.
Hari sudah menjelang petang. Namun, Taehyung malah ke-enakan tertidur di sini. Song Seulyoon --petugas di ruang kesehatan -- memperhatikan sekujur tubuh Taehyung, dari ujung rambutnya hingga ke ujung kakinya terselimuti kain berwarna biru langit.
"Anak ini kok terlihat aneh gini, ya?" Monolog dokter muda itu.
Ia memperhatikan wajah Taehyung, "Pucat."
"Apa memang warna kulitnya yang begitu, mungkin?" Tanyanya pada dirinya sendiri. Ia melirik jam kecil yang bertengger di lengan kirinya, "Sudah petang."
Kring kring kring
"Gamjjakiya," (terkejut aku)
Ponsel Taehyung yang tergeletak di atas meja kecil di dekat samping ranjang yang Taehyung tiduri tiba-tiba saja berdering keras, membuat Song Seonsaengnim yang sedang memperhatikan Taehyung yang terlelap menjadi terkejut.
Taehyung terusik, ponselnya terus-terusan berbunyi mengeluarkan suara keras yang menggema ke seluruh isi ruangan.
Ia membuka matanya perlahan, melihat ke sekelilingnya, "Astaga,"
Ia terduduk dengan cepat, "Sudah pukul berapa ini, Seonsaengnim?" Tanyanya, ketika melihat Seulyoon berdecak pinggang, geleng-geleng.
"Sudah pukul lima sore. Kau tertidur lama sekali, Nak.
"Ah itu ... aku minta maaf, Seonsaengnim."
"Tak apa, kepalamu sudah baikan?"
Taehyung mengangguk, "Ne, Seonsangnim."
KAMU SEDANG MEMBACA
Awake ( V & Jin FF)
FanfictionAku merana. Sebenarnya, aku ingin bermimpi lebih. Namun demikian, tampaknya waktu datang untuk meninggalkanku. ©dyowaseul, 2018.
