Chapter 15

888 98 5
                                        

Mereka sampai ke apartemen ,, shakti mengangkat tubuh radhika masuk ke kamar nya,,
"Tunggu sebentar ya... 'ucap shakti ingin beranjak keluar tapi radhika menahan lengan nya..
"aku hanya ingin menghubungi seseorang,, aku tidak akan jauh darimu,, sebentar yaa.. ' Ucap shakti seakan mengerti ketakutan radhika

shakti terlihat mengeluarkan ponsel dari saku nya & menelpon seseorang,,

"apa aku bisa minta tolong.? 'ucap shakti kepada seseorang di sebrang telpon,,
" tentu,, ada apa.?
"datanglah ke apartemen ku sekarang, aku butuh bantuan mu...
" kau baik-baik saja kan.?
" sudah lah jangan banyak bertanya, datang saja kesini secepatnya..
"baiklah aku akan datang kesana sekarang..

Shakti mematikan sambungan telpon mereka,, lalu pergi ke dapur,, di ambil nya air & es batu serta handuk kecil dari sana lalu membawa semua itu ke kamar nya,,
radhika hanya duduk termenung di atas ranjang, shakti datang menghampiri nya,,

"heyy jangan melamun terus... 'ucap shakti pelan,
radhika melihat ke arah shakti & melihat barang-barang yang shakti bawa,,
Shakti membasahi handuk kecil dengan air, di arah kan nya ke wajah radhika, membersihkan perlahan luka yang ada di ujung bibir radhika,,

"kita obati dulu ya luka nya.. 'ucap shakti
"awwsshhhh..... radhika meringis saat handuk itu menyentuh luka nya,,

" maaf, tahan sedikit yaa...' ucap shakti pelan lalu meniup luka di bibir radhika membuat radhika merinding karena jarak mereka sangat dekat.. dengan lembut shakti membersihkan luka radhika,,
setelah selesai mengobati ujung bibir radhika yang terluka shakti beralih ke es batu lalu ia bungkus es tersebut dengan handuk kecil tadi,, di kompres nya pipi radhika yang lebam karena bekas tamparan tadi dengan es,, shakti terlihat mengobati radhika dengan telaten,, radhika hanya menatap lekat wajah shakti,,

"sudah lebih baik.? 'tanya shakti setelah selesai mengobati luka radhika,,

radhika menganggukan kepala nya, terima kasih.. 'ucap radhika,
shakti tersenyum,,

shakti ingin beranjak mengembalikan ingin barang-barang tadi ke tempat nya, tapi radhika menghentikan nya dengan memegang tangan shakti,,

" ada apa.?? Kamu butuh sesuatu.? 'tanya shakti
"izinkan aku mengobati luka mu.. 'ucap radhika menatap shakti,,

" tidak masalah aku akan mengobati nya sendiri... ' ucap shakti lalu tersenyum,,
"kamu terluka karena menolong ku jadi izinkan aku mengobati mu, aku mohon... 'ucap radhika

shakti akhirnya pasrah & mengiyakan perkataan radhika,,
dia duduk di hadapan radhika,, perlahan radhika mengobati luka yang ada di wajah shakti sama seperti yang shakti lakukan pada nya tadi,,tangan nya gemetar saat menyentuh setiap luka yang ada di wajah shakti,, sesekali shakti meringis saat handuk kecil itu menyentuh luka nya,,

"sakit yaa,? ini semua karena aku, maaf kan aku... 'ucap radhika, perlahan air mata nya menetes begitu saja..
shakti menghentikan tangan radhika yang sedang mengobati wajah nya,,

"jangan bicara begitu, ini semua bukan kesalahan mu.. , ku mohon jangan menangis, kenapa kamu selalu saja menangis , aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil sebentar saja juga sembuh, hentikan tangisan mu ini, oke.? 'ucap shakti lembut lalu menghapus air mata radhika..
Shakti meletakkan air & barang-barang lainnya tadi ke meja yang ada di kamar itu,.
Lalu dia kembali duduk di hadapan radhika,,

"kemari lah... ' ucap shakti lalu membawa radhika ke dalam pelukan nya,,
radhika memejamkan matanya menikmati kehangatan dari pelukan shakti,,ntah kenapa saat shakti memeluk nya dia selalu merasa tenang,,

~
Aku tidak tau apa yang ku rasakan saat ini, saat melihat mu menangis hatiku terasa sakit,,saat melihat mu ketakutan dada ku terasa sesak, saat melihat luka di tubuh mu aku merasa jantung ku seakan berhenti berdetak, saat melihat orang-orang yang ingin menyakiti mu rasanya aku ingin membunuh mereka semua,, perasaan apa ini,, apa yang terjadi pada ku, apa ini yang di namakan cinta? Apa aku jatuh cinta pada nya.?  'batin shakti lalu mengerat kan pelukan nya.
~
Aku tidak mengerti kenapa tuhan mempertemukan ku dengan mu,, aku tidak mengerti mengapa tuhan mengirim mu masuk ke dalam hidup ku,, ketakutan akan kehilangan mu kini tertulis dibenak ku,, aku tidak mengerti dengan semua ini,, kamu selalu datang di saat aku membutuhkan pertolongan,, kamu selalu ada untuk menghapus air mata ku,, kamu selalu melindungi ku,, pelukan mu, sentuhan mu, selalu membuat hati ku tenang seakan kini aku sudah terbiasa dengan kehadiran mu,, aku harap tuhan tidak akan merenggut mu dari hidupku,, perasaan apa ini tuhan, aku tidak mengerti dengan semua ini.. 'batin radhika yang masih memejamkan matanya menikmati kehangatan pelukan shakti..

Between Love & Grudges Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang