Chapter 13

1K 95 35
                                        

Radhika berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan nya,,  radhika melihat pecahan kaca ada di dekat nya,  dengan sekuat tenaga dia berusaha meraih pecahan kaca tersebut dengan menggerakkan badan nya agar kursi yang dia duduki itu bisa bergeser sedikit demi sedikit,,kaki nya yang lemah membuat nya sangat sulit untuk menggeser kursi nya itu, dengan sekuat tenaga dia melakukan nya walaupun itu terasa sangat menyakitkan,,

Dengan susah payah akhirnya radhika berhasil meraih pecahan kaca tersebut,,  dia mencoba memotong tali yang mengikat dirinya nya,, tangan nya yang diikat ke belakang membuat nya sangat sulit untuk meraih tali tersebut,,  dengan sekuat tenaga radhika menggesekkan pecahan kaca tersebut dengan tali,.

radhika meringis kesakitan saat pecahan kaca tersebut menggores lengan nya,,darah segar terlihat mengalir dari lengan nya itu,, air mata terus mengalir dari mata indah nya ,, 

"tuhan tolong aku, tuhan tolong aku... hanya kata-kata itu yang kini terus di ucapkan radhika di dalam hati nya sambil kembali mencoba memotong tali yang mengikat diri nya,, 

Terlihat 4 orang pria masuk ke ruangan itu,, yaa mereka adalah para penculik itu,,  mereka melihat aksi radhika yang sedang berusaha melepaskan diri,,  salah satu dari penculik itu marah lalu menghampiri radhika,,

radhika terkejut melihat 4 orang pria asing kini berdiri di hadapan nya,,  salah satu dari pria itu langsung mengambil pecahan kaca yang ada di genggaman radhika,,

"Rupa nya kau ingin sok pintar ya nona... 'ucap salah satu penculik itu,,  jangan bertindak sok pintar atau aku akan hilang kesabaran..' ucap nya lagi,, 
radhika meronta-ronta berusaha melepaskan diri,, 3 pria lain nya tertawa melihat radhika yang ketakutan,,  pria itu membuka sapu tangan yang menutupi mulut radhika,,  nafas radhika terasa sesak tidak teratur,, 

"hai cantik jangan bersikap tidak baik dengan kami,,  bersikap lah manis...  'ucap pria itu lalu membelai pipi radhika, radhika membuang pandangan kesamping agar pria itu tak dapat menyentuh wajah nya,,

"Ohhh jangan seperti itu dong sayang..' ucap pria itu lagi lalu menyentuh dagu radhika agar melihat ke arah nya,,  seketika radhika langsung menggigit tangan pria itu dengan kuat,,  

"awwww..  'jerit pria itu kesakitan karna tangan nya di gigit oleh radhika,, 

"sialan,.!!  berani nya kau.!! ' ucap pria itu,, dia mengarahkan wajah radhika ke arah nya dengan kasar,,  di cengramnya kuat kedua pipi radhika dengan kelima jari nya itu,,
radhika hanya bisa menangis menahan sakit yang kini dia rasakan,, 

" jangan coba-coba bermain dengan ku,..' ucap pria itu menatap tajam ke arah radhika,, pria itu melepaskan kasar tangan nya dari wajah radhika,,  radhika semakin terisak dia tidak tau harus berbuat apa,, saat ini dia hanya menyerahkan semua kepada tuhan.

"Beri saja dia pelajaran.!  'ucap sang penculik lainnya,,  pria yang di dekat radhika pun tersenyum jahat melihat ke arah radhika,, radhika semakin ketakutan menatap mata para penjahat itu,,  pria itu kembali membelai pipi radhika,, 
radhika lagi-lagi melakukan hal yg sama, dia menggigit tangan pria itu,, hanya itu saja yang bisa dia lakukan saat ini,,  pria itu marah melihat tingkah radhika,,  dia menatap tajam ke arah radhika, di angkat nya dagu radhika dengan sangat kasar agar menatap wajah nya,,
plaaakkkk...!
sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus radhika,,  terlihat bekas merah di pipi mulus nya itu,, bahkan darah segar langsung terlihat mengalir dari sudut bibir nya,, radhika menangis terisak merasakan sakitnya tamparan dari pria itu., 

" sudah ku bilang jangan berani bertindak sok pintar dengan ku..! ucap pria itu menatap tajam ke arah radhika.

*

Shakti terlihat menghentikan mobil nya di pinggir jalan yang sangat sunyi,, tempat itu sudah seperti hutan, hanya ada pohon-pohon besar di sana, sangat gelap & sunyi,,
"tempat apa ini,? apa arjun tidak salah memberikan informasi... 'ucap shakti sambil melihat sekeliling tempat tersebut,,

Between Love & Grudges Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang