seorang wanita pengidap kanker , yang hanya mengharapkan keajaiban
Keajaiban yang ia rasa ada di sosok pria yang sedang dicintainya sekarang.
Akan kah keajaiban itu benarbenar ada?
ps: jika ada keliuran dari cerita, mohon di hapus dari daftar perpus...
Terlihat disebuah ruangan kelly sedang tidur dengan nyenyak, disamping itu abangnya yang sedari tadi sibuk mondar-mandir menyiapkan segala kebutuhan kelly.
Pria berjas putih menghampiri dika "pasien akan diantar dengan Ambulance, agar baik-baik saja"
Dika menggangguk.
Dika meraih ponsel disaku celananya, mencoba menghubungi Rendy, karna sedari tadi batang hidungnya pun tidak keliatan
"Halo, lo dimana buruan kesini" "iyaiyaa"
Tak lama Rendy datang dengan penampilan yang super duper ganteng (menurutnya) ia memakai jas berwarna hitam dengan dalaman putih serta dasi pita kecil dilehernya, dan selalu dengan rambut berjambul sedikit didepannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rendy tersenyum sambil menepuk bahu sebelah kanan dika "mau kencan sm kelly" ia langsung memperlihatkan muka songongnya
Dika melepaskan tangan rendy dari bahunya "lo gak ngawur kan?"
"Enggak aku serius, aku hanya punya waktu satu jam, kelly akan berangkat jam 11 bukan? Ini masih jam 9.55, selepas itu aku tidak tau apa yang akan terjadi saat dia disingapure, aku takkan bisa menghubunginya karna dia emang harus benerbener kemo,benerkan? Berikan aku waktu"
Dika tersenyum sambil memeluk rendy dan menepuk-nepuk belakangnya, "kelly memang pintar milih pria ku acungin jempol deh"
Kelly masih tertidur nyenyak, "sebelum kelly bangun harus sudah siap semua" batin nya
Ia menyiapkan meja bundar dilapisi dengan kain berbentuk love, tak lupa dengan lilin, dan tentunya makanan kesukaannya spagheti dan rendang, kali ini takkan ada yang bisa mencelakainya lagi.
Ia membangunkan kelly dengan mengusap-usap pipinya "kelly sayang" Ia terus terus mengusapnya.
Kelly pun terbangun dan langsung menatap rendy dengan mata bulatnya
"Kenapa aku ganteng yah"
Kelly hanya tertawa kecil "pede" ya walaupum dihatinya berkata lain "ganteng banget!!"
Ia pun membantu kelly untuk turun dari ranjang menuju meja yang sudah ia siapkan dari tadi, gak jauh hanya disebelah ranjangnya saja.
"Silahkan duduk my princess"
Kata kata yang sederhana tapi sukses membuat pipinya bersemu merah
"Buat apa semua ini ren"
Rendy tersenyun dan meraih tangan kelly yang masih terpasang infus "kau akan pergi ke singapure untuk waktu yang lama bukan? Tak bisakah aku membuatmu selalu mengingatku dengan kejutan hari ini"