bioskop & amazone

2.8K 99 1
                                        


Tegarkanlah hatimu, dan melangkahlah.....

Hari ini weekend, sebenarnya kalo weekend begini tidur paling enak, tapi rasanya sumpek dirumah, kemana ya,ngajak ziu jalan aja kali ya.

Telepon
"Halo zi?"
"Iya kel, kenapa?"
"Jalanyuk, bt dirumah"
"Ok, nanti aku kerumah lo"
"Sip"

Seketika pikiran ziu langsung terpikir "Rendy!" Dia kan suka kelly hmm kayaknya bagus kalo dia gue ajak, telpon dulu deh, ziu pun menyalakan ponselnya.

Telepon
"Halo ren"
"Ya napa?
"Ikut jalan yuk, ada kelly loh, kesempatan ni"
"wahhh ayok ayok jam berapa?"
"jam 3 , sdh ada kelly aja lu semangat bener"
"Hehe, iyalah, yaudah gue siapsiap dulu"

Wah jalan sama kelly, harus ganteng ganteng nih, apa gue nembak kelly pas jalan nanti ya? Emm jangan deh kecepatan, blm tentu kelly suka sama gue, mau buru-buru aja mah gue nih.

"Pake baju apa ya, ribetnya sudah kayak cewe"

"Ah ini aja deh, kayaknya bagus"

Matanya tertuju pada baju kotak kotak merah , memakai celana jeans dan sepatu hitam merah
Dan rambut dibedirikan dibagian depan.

"Ganteng dah gue" ucap rendy, sambil melihat dirinya dicermin, ya rendy emang cowo yang super pede.

Rendy pun bergegas ke garasi untuk mengambil mobilnya dan meluncur kerumah ziu, diperjalanan rendy tak henti henti nya menatap kaca spion mobilnya ya kalo dia bilang sih "ganteng amat dah gue hari ini".

Kelly menatap jam yang ada dipergelangan tangannya "Sudah mau jam 3 kok ziu belum dateng dateng ya, lama amat"

"Titt!,,,,tittt,,," suara klakson mobil yang terdengar jelas berada didepan rumahnya

"Ah itu pasti ziu" kelly bergegas mengambil tas coklatnya dan segera keluar, saat membuka pintu rendy sudah tepat ada dihadapannya.

"Hai kel" sapanya sambil tersenyum
"Lah kamu ikut ren?" kelly kaget,
"Iya, gaboleh ya?"
"Ya boleh lah ren, yuk"

Dimobil kami banyak bercerita , bahkan tertawa, mungkin suara tertawa kami menembus sampai keluar mobil, sampai ada yang menoleh ke arah mobil rendy.

Tak terasa kami sampai disebuah Mall besar yang ada disudut kota.

Hari ini kami berencana untuk menonton bioskop.

Kelly melihat-lihat sekitaran bioskop
"Bagusnya nonton apa ya? Romance, horor , komedi, emmm"

"Horor aja" jawab rendy

"Lo mau modus ya" jawab ziu lagi dengan lirikan matanya menuju rendy

"Ngerti aja mah ziu" batinnya sambil tersenyum kecil

"Yaudah horror aja yuk, lama juga gak nonton horor" ungkap kelly

"HAHA , betul tu horor aja" rendy tertawa seakan akan ia menang dari ziu

"awas aja lu macam macam"

"Engga lah zi, gue anak baik baik"

Sambil menunggu studio dibuka jam 4, kami pun berpikir untuk pergi ke amazone, iya tempat bermain.

Sudah seperti biasa, bukan wahana permainan namanya kalau tidak suasana nya yang sangat bising.

kelly mengarahkah matanya ke arah ring basket , seketika ia berpikir untuk manantang rendy dan ziu bermain basket "seru nih"

"siapa yang paling banyak memperoleh score dia menang, yang kalah harus ada hukumannya, hukumannya terserah yang menang aja deh" ucap kelly dengan bola basket ditangannya

"Ok, siapa takut" ziu dan rendy menjawab tantangan kelly, mereka berdua saling melirik sinis seakan berkata "aku yang harus menang"

Saat permainan dimulai, rendy dengan lihainya melemparkan bola ke ring dan pastinya masuk.

Sesekali rendy melirik kelly dan menaikan alis dan bahunya ya berlagak sombong gitu.

Waktu permainan telah habis, dan akhirnya Rendy unggul dengan skor paling tinggi sedangkan kelly dengan skor paling rendah.

"HAHA, gue menang uhu" tanpa rendy sadari, sekarang ia sedang melompat lombat dan berteriak teriak gak jelas.

Ziu dan kelly hanya diam dan melihat rendy sangat senang akan kemenangannya, yang mereka katakan didalam hati hanyalah "mati dah,gue!"

"Oke yang kalah dapat hukuman kan, uh senang banget gue ngehukum kalian berdua" rendy menaikan alisnya dan tersenyum lebar seakan memperlihatkan wajah bahagianya

"Udah deh, cepeten hukuman nya apa" ziu memasang wajah pasrahnya.

Rendy berpikir apa yang harus dilakukan terhadap kelly dan ziu.

"Ahaa,,," seakan akan bola lampu ada tepat diatas kepala rendy.

"Oke ziu lo harus jadi asisten gue selama satu hari ini, oke? Oke dong gak boleh nolak, nah kalo kelly lo harus gandeng gue terus gak boleh lepas pokoknya sampai pulangan oke? Oke dong" rendy sangat senang ia berkata sambil tersenyum seta menaikan alisnya 2x.

Kelly dan ziu memandangi nya, seakan akan mulutnya berbicara "yang bener aja lo?" Tapi hal hasil mulut mereka gak bisa berkata apa apa, hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.

jam sudah menunjukan jam 4, rendy mengajak kedua temannya bergegas ke lantai atas, yap sekarang kelly lagi menjalankan hukumannya menggandeng rendy tanpa melepasnya, dan ziu dia ada tepat dibelakang mereka berdua mengikuti seperti buntut kucing.

"Zi lo beli popcorn dlu gih,sana, Cepet! GPL!! ya" rendy bertingkah seperti menjadi majikan ziu, ini sangat "keereenn,," ujarnya didalam hati

Ziu menghela nafasnya, tak sesekali matanya memperlihatkan betapa jengkelnya dia "sabar.."

Sekarang mereka berada didalam bioskop, menonton film horor , tak sesekali kelly memeluknya karna takut, rendy hanya tersenyum saat kelly seperti itu, mungkin yang ada didalam pikirannya saat ini hanya
"B A H A G I A" ya modus dikit gpp lah ya.

"Ok gue pasti jadi obat nyamuk disini, gue gapapa kok GAPAPA" ziu melirik kelly dan rendy secara sinis

"untung bukan jadi setan yaa" rendy menjawab apa yang dikatakan ziu tadi sambil tertawa kecil

Film selesai, dan ya kelly masih menggandeng randy sesuai hukumannya, dan ziu mengikuti mereka dibelakang "sial! Banget gue"'

rendy pun mengajak kami makan disalah satu cafe yang ada disana, kelly duduk disamping rendy, dan ziu duduk didepan kelly.

"Udah udah deh hukumannya, gak tega gue liat mukanya ziu tuh, melass,,, banget" rendy melirik ziu sambil menaikan alis dan tersenyum kecil

"Gak usah sok peduli deh yaaaa!!" Jawab ziu yang sekarang balik melirik ke rendy ya dengan tatapan harimaunya, ziu memang seperti itu anaknya sangar sangar gitu kalo sudah kesel.

"Wih ampun mbah, tolong jangan santet saya" sambil memohon mohon dengan tangan seperti lagi menyembah ziu.

Kelly yang melihat mereka selalu saja bertengkar membuatnya ingin tertawa, tapi apa daya ditempat ia duduk sekarang lagi ramai-ramainya orang, tidak mungkin jika ia harus ketawa senyaring-nyaringnya.

Kami sudah memesan makanan dan makanan kami sudah sampai, diantar oleh pelayan restoran perempuan yang sedang memakai baju khas pelayan disana dan dengan rambut diikat + memakai topi putih.

Setelah kami selesai makan, kami beranjak pulang , karna sudah malam juga.

Kami pergi ke parkiran, sesampainya dimobil, rendy menarik tangan kelly, seperti ada yang dia mau bicarakan.

Tinggalkan jejak dengan vote ya, thx.

Miracle Love (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang