chapter 14

4.1K 294 38
                                    

E
N
J
O
Y
GUYS

⚠WARNING⚠
Typo everywhere

-**-**-**-**-**-**-

"Namaku.... "
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Go mina" ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepadaku. Aku mengambil uluran tangannya dan langsung melepasnya. Aku seperti itu karena tidak terbiasa..berjabat tangan dengan seorang wanita

Setelah itu aku langsung pamit keluar karena aku tidak betah di ruangan itu

*Hana pov

Aku menenggelamkan wajahku diantara tanganku dan tak lama bel tanda masuk kelas berbunyi dan saat itu aku mendongakkan kepalaku dan melihat jungkook yang baru saja masuk kelas. Kurasa dia sudah puas berpacaran dengan wanita itu.

Mengingat itu membuat hatiku terasa ngilu. Apa aku benar-benar mencintainya? Aku berharap jungkook itu wonwoo. Aku sangat berharap.

Seketika aku tersadar dari lamunanku dan melihat lee seosangnim sudah mengajar didepan. Syukurlah dia tidak menyadari kalau aku tadi sempat melamun

*--*--*--*--*--*

"Hana!! " seseorang menepuk pundakku dan terihat ngos-ngosan(/?) aku langsung berbalik dan ternyata wonwoo.

"Ada apa wonwoo-a? " tanyaku

"Mau pulang bersama? " tawarnya, aku bingung harus bilang apa. Dan tepat didepan mata aku melihat jungkook sedang berjalan bersama wanita yang tadi bersamanya ke uks. Hah!! Dasar jungkook sialan. kenapa aku harus menikah dengannya?

"Hana! Kau maukan? " tanya wonwoo lagi. Aku akhirnya mengangguk tanda setuju.

Sepanjang jalan aku hanya diam begitupun dengan wonwoo, hanya alunan musik saja yang terdengar di tengah kesunyian.

"Apa kau ada masalah dengan jungkook? " tanya wonwoo tiba-tiba, apa dia bisa membaca pikiranku? Benarkah?!

"Jangan berfikir kalau aku bisa membaca pikiranmu" o-oke kurasa dia memang bisa membaca pikiranku. Seketika akupun menggeser tubuhku mendekat pada pintu mobil, kurasa dengan menjauh darinya, dia tidak bisa lagi membaca pikiranku.

"Yak! Jangan seperti itu! Dan jawab pertanyaanku. Apa kau ada masalah dengan jungkook? " tanya wonwoo sekali lagi. Aku harus apa sekarang?

"T-tidak.. Kami tidak bertengkar. Kau tahu kan kita berdua sedang ada disekolah jadi harus bersandiwara agar tidak ada yang curiga. Ya begitulah" ucapku seadanya

"Hmm baiklah" kata wonwoo dan kembali fokus ke jalan

*jungkook pov

Dengan berat hati aku mengantar mina untuk kembali ke rumahnya

#flashback

Aku keluar dari kelas dan tak lama seorang petugas uks memanggil namaku

"Jeon jungkook! " aku menoleh dan melihat petugas uks itu sedang memapah mina

"Bisa minta tolong kau antarkan mina pulang? Orangtuanya tidak bisa menjemputnya karena ada urusan penting" jelas petugas uks itu. Mau tak mau akupun mengangguk dan meraih tangan mina untuk mengajaknya ke parkiran.

"Maaf merepotkanmu" ucapnya tiba-tiba

"Tak masalah " ucapku lalu mulai menyalakan mesin motorku dan mulai meninggalkan lingkungan sekolah

#flashback off


"Jungkook stop di gerbang bewarna putih itu" ucap mina sambil menepuk pundakku. Akupun memberhentikan motorku di gerbang bewarna putih itu dan dia langsung turun dari motorku

"Terimakasih jungkook, dan maaf merepotkanmu. Apa kau mau mampir dulu?" tanyanya

"Tak usah, aku juga harus cepat pulang" ucapku, ia lalu mengangguk dan aku langsung menghidupkan kembali motorku lalu mulai menjalankannya

"Hati-hati di jalan jungkook! " teriak mina dan aku masih bisa mendengarnya.

Tak lama aku sampai di apartemen dan memasukkan kode apartemen. Aku melihat apartemen sangat sepi, apa dia belum pulang?

Karena penasaran, akupun berjalan ke lantai dua dan meraih knop pintu kamar yang bertulis 'hana's room'. Apa aku harus memutarnya? Tapi jika tidak membukanya, aku tidak akan tahu kalau dia sudah kembali atah belum. Akhirnya dengan berani aku memutar knop pintu itu dan berhasil terbuka. Aku mendorongnya pelan dan melihat seorang yeoja yang kucari tadi sedang tertidur di atas kasurnya dengan baju tidurnya yang bergambar doraemon.
Setelah itu aku keluar dan menutup kembali pintu kamar yeoja itu.

Aku berjalan ke kamarku dan langsung membersihkan diri.

*author pov

Mendengar suara pintu tertutup membuat seorang wanita yang beberapa saat yang lalu baru saja tertidur.

Tanpa sadar hari sudah mulai gelap. Ia langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya. Sementara di lain tempat jungkook sedang terduduk di sofa sambil menonton acara tv sampai suara pintu mengalihkan perhatiannya. Ia menoleh ke arah tanggal dan terlihat Hana yang sedang menuruni tangga.

Hana berjalan ke arah dapur dan masih mengacuhkan jungkook. Apa jungkook menyadarinya? Itu yang terlintas di pikiran Hana. Sebenarnya Hana belum tahu perasaannya terhadap jungkook seperti apa, tapi saat melihat jungkook pulang dengan wanita lain itu membuat hatinya begitu sakit.

Hana meminum air yang tadi ia isi dan beranjak ke arah kamar. Tetapi sesuatu membuatnya terdiam tidak bisa berkata-kata. Seseorang tengah memegang tangannya

"Kau tidak masak? " suara familiar itu terdengar menyakitkan bagi Hana. Bagaimana tidak? Tadi pagi dengan susah payah Hana memasak makanan untuk jungkook dan dengan mudahnya jungkook bilang dia tidak berselera.

"Untuk apa aku masak? Toh juga kau tidak akan memakannya. Masaklah ramyeon, aku lelah" ucap hana dengan sikap dinginnya dan kembali berjalan menuju kamar.

Jungkook merasa sedikit bersalah terhadap Hana. Tapi dia bisa apa? Dia hanya laki-laki dingin yang kaku untuk mengucapkan kata 'maaf'.

Sedangkan Hana dikamarnya tengah merebahkan diri sambil menyumpah serapah untuk jungkook.

"Tidak tahukah dia apa kesalahan yang ia perbuat? Argh hatiku sakit sekali, huh kurasa aku tidak akan jatuh lagi padanya" ucap Hana lalu mulai terlelap.

--*--*--*--*--*--*--*--

Hai guys!! Maaf chapternya dikit soalnya author mau update mlm ini biar bertepatan sm gerhana Bulan. Gak papa y... Author yang salah.

Guys!! Jan lupa liat gerhana mlm ini..
Lainkali  chapternya panjang deh...
Jan lupa vote and comment y..

Saranghae 💖

31/1/2018
(Gerhana Bulan)












(JJK)'married with cold namja'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang