Aku sebut dia ibu
Karena, aku berasal dari tubuhnya yang penuh liku
Juga rahimnya yang lembut
Apalagi wajahku yang menurut lengkung wajahnya
Asli terpaut
Ada yang sebut ia pelakor
Untuk cinta yang dipungut diam-diam
Bukan tidak ada perjuangan
Tidak! Ia tidak merebut suami orang!
Perempuan begincu
Masih bisakah senyum kau perlihatkan?
Karena di gincu merahmu, aku melihat derai air mata kekesalan
Isakmu tertahan
Bersabarlah, biarkan mereka menatap jahat
Namun kau jangan demikian
Tuhan, tau segala kalau kau penat
Tentang sabar untuk suatu hal yang kau pertahankan
KAMU SEDANG MEMBACA
Kumpulan Puisi
PoesíaMengenai rasa yang disimpan dalam diam. Apa daya hanya jemari yang dapat mengutarakan Pada tinta kupersembahkan, kata hati dalam coretan ^^ ______________ »» selamat menikmati
