Rasa yang Pernah Ada

418 1 0
                                        

Aku? Seorang baru dalam hidupmu.

Kamu? Juga sama, tidak ada beda.

Kita sama baru mengisi hati juga mengisi hari.

Acap kali timbul sebuah letupan karena beda dan jadi masalah pada akhirnya.

Lalu kau diam, aku diam. Kita diam-diam terluka.

Pikirmu jauh, terlihat dari mata yang teduh.

Riak gelombang dari getaran bahumu menjelaskan kau terluka karena aku.

Apa bedanya? Aku juga sama. Aku pun berpikir aku terluka oleh dirimu.

Lalu, jauh aku merapal mimpi kita dulu.

Ketika cinta datang silih berganti, memenuhi hati, mengeratkan janji dan membuat senyum termanis diri.

Dia si kecil tidur dengan alunan nafas pelan tertidur dalam ratapku dalam takdir.

Dia bukti cinta kita pernah ada. Pada janji pernah setia, pada janji akan selalu bersama.

Suka duka akan sama saja pada akhirnya.

Lalu, air mata jatuh menghujam jantung membuat perih dahsyat dalam jiwa.

Kau. Ya kau yang melukaiku, tapi hanya kau yang kupunya. Jadilah teman sampai akhir saat jiwaku tidak mengenal desah nafas dan detik waktu yang bersuara.

Kumpulan PuisiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang