Cecil duduk di tepi lapangan dan melihat Josh yang menghampirinya. Sebelah tangannya sibuk mengeringkan keringat yang ada di dahi dan lehernya. Matanya menangkap sosok Cecil dan dia tersenyum pada gadis itu. Cecil meraih handuk yang Josh pegang dan membantu Josh mengeringkan bagian leher Josh yang masih berkeringat. Cecil tersenyum kecil kemudian menyerahkan tas Josh yang dia pegang sejak tadi.
"Sana pergi ganti baju," Cecil menoleh ke arah langit. "Sepertinya sebentar lagi akan hujan."
Josh ikut mendongak ke arah langit kemudian mendengus. "Kenapa baru mendung sekarang? Sepuluh menit yang lalu aku bahkan masih berkeringat."
Cecil tertawa pelan kemudian menggeleng. "Aku punya kejutan untukmu."
Josh menaikkan sebelah alisnya. "Apa itu?"
"Aku terpilih menjadi cheerleader periode berikutnya, menggantikan Clara yang harus keluar karena sibuk dengan urusan ujiannya," Cecil tersenyum lebar.
Josh membulatkan matanya. "Benarkah? Wah," Josh mengacak rambut Cecil pelan. "Aku tidak kaget. Gadis yang kusukai memang selalu menjadi anggota cheers paling cantik dan paling pintar sejak SMP. Saat kamu menyemangati kami, aku selalu menyempatkan diri menengok ke arahmu dan kamu adalah perempuan yang paling semangat menyoraki kami."
Cecil memicingkan matanya. "Kamu benar-benar stalker-ku sejak SMP, ya?"
Josh tertawa pelan kemudian meraih tasnya. "Aku ganti baju dulu."
Cecil mengangguk. Josh berjalan menuju ke ruang ganti bersama dengan Luke dan yang lainnya. Senyum Cecil perlahan memudar ketika dari jauh dia melihat sosok seorang gadis berlari dari pinggir lapangan ke arah Josh. Sosok itu tidak lain adalah Cassy. Sejak insiden di kantin, Cecil tidak pernah melihat Cassy lagi yang sebenarnya memang anak kelas sebelas dari jurusan IPS. Karena itu mereka tidak pernah bertemu.
Josh mengucapkan sesuatu pada Cassy. Kepala laki-laki itu kemudian menoleh ke arah Cecil. Hal itu membuat tubuh Cecil menegang. Josh mengangkat tangannya dan menyuruh Cecil untuk menghampirinya. Cecil menurutinya dan berjalan ke arah mereka berdua. Dari jarak ini, Cecil bisa melihat keseluruhan dari Cassy. Josh merangkul pundak Cecil hingga tubuhnya dan tubuh Josh bersentuhan. Hal itu membuat Cecil semakin tegang dan dia mulai menatap Cassy yang berdiri di depannya.
Cassy lebih tinggi dari Cecil. Jika dia berjalan bersama dengan Josh, Cecil bisa membayangkan mereka seperti pasangan yang sangat serasi. Cassy juga memiliki wajah oval yang selalu Cecil idamkan. Dia memiliki mata bulat yang tampak ceria dan polos. Dia memiliki senyum yang sempurna. Dia tidak memiliki aura yang jahat sama sekali. Cecil bisa merasakan kesamaan aura gadis ini dengan aura Ella. Hal itu membuat Cecil mengepalkan tangannya.
"Cassy, kenalkan, ini adalah Cecil," Josh berucap sambil mengguncang pundak Cecil pelan. "Dan Cecil, ini Cassy."
"Hai," Cassy tersenyum lebar sambil mengulurkan tangannya di depan Cecil.
Cecil membalas salam itu dan tersenyum kecil dengan sudut bibir bergetar. "H-hei."
"Aku senang karena akhirnya Josh berhasil mendekatimu," Cassy berucap dengan nada gembira sambil menepuk tangannya di depan dada satu kali. "Dia sudah lama sekali menyukaimu. Dia biasanya meminta saran padaku. Lalu aku selalu bilang padanya. Kalau dia mau mendekati anak baik-baik sepertimu, dia harus berubah menjadi laki-laki baik. Karena kalau tidak, aku yakin kalau kamu tidak akan tertarik pada Josh."
"Hei," protes Josh dengan dengusan. Laki-laki itu tidak sadar kalau tubuh Cecil semakin menegang di sampingnya. Jadi Cassy yang memberi saran pada Josh untuk mengubah dirinya menjadi yang sekarang? Bukankah itu artinya Cassy juga membantu Josh berubah? Kepalan tangannya semakin keras hingga dia bisa merasakan kukunya menghujam telapak tangannya. Cecil menarik napas dan berusaha untuk tetap tersenyum.

KAMU SEDANG MEMBACA
Breathless (FIN)
Teen Fiction(2nd Book of Sense Trilogy) Cecillia Ginanita dianggap sebagai sosok yang memiliki segalanya. Dia adalah putri tunggal di keluarganya, cantik, sopan dan salah satu anggota cheers. Setidaknya itu yang orang-orang lihat dari luar. Tapi siapa yang per...