Masih Flashback yaa 😆😆
Baru sedetik Allfred memejamkan mata, pintu kamarnya dibuka paksa oleh seseorang. Sontak saja Allfred membuka mata dan rupanya iblis sudah berdiri diambang pintu bersama dengan punggawa nya.
"Arghhh----" Bella merintih kesakitan saat tubuhnya melayang begitu saja dan menabrak dinding kamar karena iblis wanita itu. Darah segar mengalir dari kepala dan kaki Bella.
"Bella!" pekik Allfred panik.
Allfred beranjak dari posisinya, detik itu juga ia melesat menghampiri Bella yang merintih kesakitan memegangi perutnya. Dari kepala dan pangkal kakinya mengalir darah segar, mungkin itulah yang membuat Bella kesakitan.
"Bertahan Bella, bertahanlah" bisik Allfred yang sudah memangku tubuh lemah Bella. Darah dari tubuh Bella mengalir begitu saja melumuri pakaian allfred. Jemari-jemari Allfred menggenggam erat jemari Bella.
"Sakit," ringis Bella kesakitan.
Allfred mengusap darah yang mengalir dari di pipi Bella.
Bella menarik napas dalam-dalam saat napasnya terasa hampir menghilang. Tangannya menggenggam erat tangan Allfred saat sakit dalam tubuhnya semakin menyiksa.
Bella memejamkan kedua kelopak matanya dengan gerakan yang pelan.
"Buka matamu Bella, tetap buka matamu. Ayo Bella, kembali buka matamu" pinta Allfred penuh harap.
Sudut mata Allfred mengalirkan cairan bening yang langsung menetes mengalir di pipi sampai jatuh ke bibir Bella.
"Ayo Bella, buka matamu kembali. Buka Bella, buka matamu," gumam Allfred terus berharap.
Bella membuka kembali kelopak matanya yang menutup saat cairan hangat yang terasa asin ia rasakan di bibirnya.
"Aku istirahat sebentar" ucap Bella sebelum kembali memejamkan mata tak sadarkan diri dalam pangkuan Allfred.
Allfred segera membopong tubuh bella yang tak sadarkan diri dan dibaringkan ke ranjang dengan pelan.
"Key, datang! Bawa ayahmu kemari untuk mengobati Bella! Cepat" batin Allfred memberi perintah pada key lewat kontak batin diantara mereka.
"Percuma saja Allfred, Bellamu sudah mati," ujar Putri Elski yang tengah berdiri di ambang pintu dengan tatapan remeh yang ia layangkan pada Allfred.
Secepat kilat Allfred menghampiri Putri Elski dan tangannya langsung mencekik leher wanita iblis itu.
"Berani kau menyakiti Bella!" geram Allfred yang sudah kehilangan kendali.
Pengawal yang berdiri di sisi putri Elski langsung menepis kuat tangan Allfred yang mencekik tuan putrinya.
"Kau pikir aku takut melakukan ini? Harusnya kau yang takut terhadapku, lihatlah istanamu, sekarang tunduk dibawah kakiku" putri Elski berujar dengan nada sombongnya.
Gelak tawa pengawal putri Elski terdengar menggema, membuat Allfred semakin kuat mengepalkan tangannya.
"Kenapa? Kau marah? Asal kau tahu, aku lebih marah dengan keputusan sepihak seorang pangeran Allfred Xeimoraga yang membatalkan pernikahannya denganku. Kau pikir aku apa huh? Kau bertindak seenak mu sendiri!" Geram putri Elski menatap Nyalang pada Allfred yang berdiri dengan kabut emosi yang semakin kentara.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESSIVE DEVIL
Fantasy[ tanpa edit ] Bella merasakan banyak hal aneh terjadi pada dirinya. Sebuah cincin berwarna putih dengan ukiran bulan dan bintang, melingkar begitu indah di jari manisnya. Sudah berulang kali Bella melepaskan cincin itu, bahkan Bella pernah membuang...
