MY EYES 8:
Sheila sedikit terkejut mendapati Juna tengah berdiri di depan kelasnya.
Kenapa akhir-akhir ini Juna sering menemuinya?
"Sheila bisa bicara sebentar?" pinta Juna pagi itu.
Sheila mengangguk. Mereka segera mencari tempat untuk bicara. Dan akhirnya memilih di halaman belakang sekolah yang memang terkadang sepi.
"Sheila lo jangan marah atau berubah sikap ke gue ya." peringat Juna sebelum mengutarakan maksudnya.
Sheila tambah bingung namun memilih mengangguk pelan.
"Gue mau minta balikan sama elo."
Otomatis Sheila membulat matanya sempurna. Menganga lebar. Terkejut bukan main.
"Lo gak serius kan Juna?" tukas Sheila tak percaya.
Juna memasang wajah serius. "Gue gak bercanda Sheila."
Sheila seketika bimbang.
Balikkan?
"Ta-pi kenapa Juna?" tanya Sheila masih terlihat bingung.
"Gue gak tahu Sheil! Gue kayaknya cemburu gitu liat lo deket terus sama si Kevin itu. Gue gak bisa terima jika tiba-tiba lo berdua makin deket!" ucapnya nampak menambah keheranan pada Sheila.
Juna cemburu karena Kevin?
"Juna kalo elo lagi bercanda kayak gini, ini gak lucu tahu!" kata Sheila di selangi tawa.
"Sheila gue bener-bener serius! Gue mau balikan lagi sama elo."
"Ta-pi Juna. Gue..."
"... Gue janji gak bakalan ngecewaiin elo. Gue janji!" potong Juna cepat seraya menggengam kedua tangan Sheila.
"Gue..."
"... Kalian!" tegur seseorang yang tengah berdiri tak jauh dari sana.
Sheila segera melepas tangan Juna. Dan berpura-pura tak terjadi apa-apa. Sementara seseorang yang rupanya guru piket itu tengah mendekat dan segera menjewer telinga Juna.
"A-duh!" Juna meringis sakit. Sedang Sheila nampak khawatir.
"Kalian bukannya masuk malah berduaan disini? Masuk ke kelas!" pinta Mr Juhan itu seraya melepas jeweran dan menatap tajam pada Sheila.
"I-ya Mr." keduanya langsung pergi.
Sheila beranjak menuju kelas, sedang Juna terlihat kabur ke lain tempat.
Juna memasang wajah sebal pada kawan-kawannya itu. Momentnya jadi kacau!
"Ini semua gara-gara lo semua!" protes Juna seraya menatap menusuk satu-satu.
"So-rry Juna. Tapi suer kita udah atur semuanya baik-baik kok!" sahut Matthew.
"Iya Juna. Kita gak nyangka bakal ada Mr Juhan dateng gitu aja!" tambah Galih seraya menepuk pundak Juna.
Juna menepisnya kesal. "Dimana si Michael?" tanya Juna penasaran sekaligus semakin kesal karena temannya yang satu itu tidak ada.
"Dia..." jawab Matthew agak ragu.
"Kemana?" bentak Juna.
"Dia pergi sama Emma." ceplos Galih nampak membuat Juna marah.
"Kemana mereka?"
"Ki-ta gak tahu Juna." jawab keduanya hampir berbarengan.
"Sialan!" pekik Juna.
...

KAMU SEDANG MEMBACA
MY EYES
RandomSeharian, aku hanya memikirkanmu Mungkin ada sesuatu yang salah dengan kepalaku Aku terus melihatmu, bahkan dalam mimpiku Apakah sekarang aku menyukaimu? Ataukah aku yang gila?