7

7 3 0
                                    

MY EYES 7:

"Sheila! Kevin! Keluar kalian!" bentak Mr Hans kesal melihat mereka berdua terus bercanda di pelajarannya.

Sheila nampak menyesali karena tidak serius saat belajar, sedang Kevin terlihat tenang karena ini bukan kali pertamanya ia di keluarkan seperti ini.

Mereka menjalani hukuman bersama. Mengangkat masing-masing satu kaki dan saling menjewer. Keluhan Sheila tadi berubah menjadi kesenangan tersendiri. Kevin terlihat lucu jika sedang meringis kesakitan karena telinganya sakit ditarik oleh Sheila. Sedang Kevin segera membalasnya. Membuat Sheila yang kali ini meringis.

Juna yang kebetulan berjalan di koridor, melihat mereka dihukum bersama.

"Eh kok mereka di hukum malah seneng keliatannya?" tanya Michael pada Juna. "Oh pantes kan jadi bisa berduaan tuh!"

Juna tidak berniat menanggapi ucapan Michael dan memilih pergi dari sana.

"Kevin sakit tau!"' pekik Sheila seraya berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang tidak stabil.

"Aduh! Sheila pelan-pelan dong!" kali ini Kevin.

"I-ya elo yang..."

"...Kalian!" teriak Mr Hans dari dalam. Membuat Kevin dan Sheila berubah bermuka serius. "Mau di tambah lagi hukumannya?"

"Ga-ak Mr!" sahut keduanya hampir bersamaan.

Merasa Mr Hans tidak lagi memperhatikan mereka, Kevin dan Sheila terkikik pelan.

...

Emma tiba-tiba sudah berdiri di depan kelas Kevin. Matanya menjelajah memastikan Kevin belum pulang.

"Kevin!" Emma melambaikan tangan seraya mengembangkan senyuman.

Kevin yang sendari tadi asyik bercanda dengan Sheila menoleh, segera berubah ekspresinya. Entah kenapa mood nya tiba-tiba jadi jelek.

"Sheila pulangnya gue anter ya."

"Sorry Kevin. Tapi abang mau jemput gue hari ini." tolak Sheila pelan.

Kevin mengangguk mengerti.

Di depan kelas Emma kesal tengah menunggu Kevin keluar kelas.

"Kevin! Kok lama banget sih? Ngapain sih lo di dalem?" tanya Emma manja.

"Apaan sih lo?Suka-suka gue dong! Minggir gue mau pulang." ketus Kevin seraya mengintruksikannya untuk bergeser.

"Ta-pi Kevin. Lo mesti pulang bareng gue hari ini." kembali Emma menggaet lengan Kevin.

"Lepasin! Punya hak apa lo ngatur-ngatur gue kayak gitu?" Kevin melepaskan tangan Emma dengan kasar.

"Lo apaan sih Kevin? Gue kan masih pacar elo! Kok lo jadi berubah 180 derajat kayak gini sih?" suara Emma bercampur antara sedih, kesal, dan kecewa.

"Gue kan udah bilang kita putus!"

"Tapi kalo gue gak mau putus gimana?" tolak Emma terdengar histeris.

"Terserah elo! Peduli amat!" jawab Kevin santai dan melangkah pergi.

Di perlakukan seperti itu oleh Kevin, Emma cemberut dan mengamuk kesal. Menjadikan teman-temannya sebagai pelampiasan amarahnya.

Sementara Sheila yang baru akan keluar dari kelas, tak sengaja sempat menguping sebentar pembicaraan mereka. Sheila sampai melongo tak percaya, rupanya mereka pernah menjalin suatu hubungan.

Di depan halte, Sheila tengah menunggu abangnya yang bilang akan menjemput. Tapi rasa-rasanya belum juga ada tanda-tanda kedatangannya.

"Abang dimana?" tanya Sheila terdengar kesal.

MY EYESTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang