Bertanya pada langit
Sembari mengadahkan kepala keatas menatap langit yang tengah bersedih
Ia berduka, Bulan yg ia sukai untuk menjadi sandaran tangisannya bakalan pergi meninggalkan
Angin angin pelan namun kencang itu seperti kemarahan langit pada November yg akan pergi tadi malam
Namun itu semua hanya prasangka prasangka ku pada langit malam itu
Ahh.
Membangseng dengan prasangka itu.Yang terpenting sekarang bagaimana langit terhadap Desember ??
Desember tiba,
hujan reda,
Pertanda bahwa Desember tanpa hujan?
Itu hanya prasangka bodoh
Langit tak akan begitu,
Ia cinta Desember
Ia sayang
Ia berikan segalanya untuk Desember
Suka dan cita
Semua disana
Mengalir tiada henti
Tangisan langit tak akan berhenti di November
Ia akan lebih banyak lagi
Dibulan akhir tahun ini
Bulan kepergian, kehilangan dan segala tentang rindu, kenangan menjadi segalanya disini. Namun Desember bukan soal kehilangan saja, pertemuan juga. Bisa dibilang Desember adalah Bulan gado gado bercampur segala rasa disini, senja bakalan kalah dengam Desember jika membahas pertemuan dan perpisahan. Namun Desember masih dipertanyakan janji nya.
Maka itu tangisan dari langit bakalan menjadi penawar paling menarik untuk menutupi segala kesamaran Desember
Jadi masihkah kau akan menjadi langit yang selalu diharapkan di December? Berharap begitu.
Tapi langit, kadang lucu, ia bisa menjadi seorang manusia labil dan terkadang konsisten
Hallo langit di penghujung November,
Sudah hentikan sejenak tangisanmu
Kemudian langit diam
Dan aku beranjak pergi menuju rumah
2016

KAMU SEDANG MEMBACA
Serpihan Kata
PuisiKau tahu apa yang berisik di kepala ini? Itu serpihan-serpihan kata yang meronta ingin bebas dan lepas menjadi satu dalam kalimat kalimat indah. Melalui Serpihan Kata ini terciptalah Puisi dan Dialog