Mengapa rindu di jam tiga pagi yang paling bedebah?
Karena semesta sedang sunyi.
Tak ada bunyi selain debar lapar yang menyuarakan satu nama. Kau, mau tak mau, dengar.”
Jangan salah,
mana ada rebah yang mudah,
jika dada penuh dengan sumpah serapah,
karena rindu yang lahir jam tiga pagi adalah paling bedebah
ia enggan enyah.
Jika kau baca ini.
Mungkin kau tahu siapa yang ku rindu

KAMU SEDANG MEMBACA
Serpihan Kata
PuisiKau tahu apa yang berisik di kepala ini? Itu serpihan-serpihan kata yang meronta ingin bebas dan lepas menjadi satu dalam kalimat kalimat indah. Melalui Serpihan Kata ini terciptalah Puisi dan Dialog