2.Terpaksa

19 3 0
                                    

AUTHOR POV

"Andre, apa yang kamu lakukan. Mengapa kamu meninggalkan Ririn begitu saja." Kata Rindah sembari menatap anaknya dengan serius.

"Apa maksud ibu,Mengapa ibu membela anak itu.Ibu kan sudah tau kebiasaan ku, aku paling tidak suka jika ada yang membentak diriku ibu.Aku tidak suka,dia anak yang tidak tau berterima kasih." kata Andre sedikit membentak.

"Ibu tau Andre, tapi kamu langsung meninggalkanya begitu saja,tanpa mengatakan sepatah kata pun. "kata Rindah memegang pundak anaknya.

"Tapi ib,, ".Belum selesai Andre mengatakan.ibunya langsung menyelanya dan melepaskan tangan lembutnya di pundak anaknya.

"Andre, ibu tidak mau tau kau harus meminta maaf pada Ririn sekarang. Atau ibu,?"Belum selesai ibunya mengatakan Andre langsung menutup mulut ibunya dengan jari telunjuknya.

"Ibu aku tidak mau terjadi apapun pada ibu, baiklah kalau itu mau ibu. Aku akan meminta maaf sekarang."
Kata Andre sembari memindahkan tanganya, dan mengusap pipi ibunya.

"Nak,,, ibu sangat ingin kamu menikah dengan Ririn,ibu ingin sekali menimang cucu."

"Aku tidak akan sudi jika harus membuahkan benih ku pada ratu judes itu. Cuihhh. "batin Andre.

"Nah,, sekarang pergilah temui Ririn. Pasti dia sudah ada di rumahnya. "kata Rindah pada anaknya.

"Baiklah bu, aku pergi dulu?"kata Andre melangkah menuju pintu.
"Hati-hati baby."kata Rindah.

"Mom,,? bisakah ibu tidak memangilku dengan sebutan baby. Aku sudah besar ibu,umurku sudah 22 tahun."kata Andre di luar pintu setengah berteriak.

"Baiklah baby,,, oppsss maksud ibu Andre." kata Rindah sembari menahan tawa karna tingkah anaknya.
Rindah memang tidak bisa melupakan nama baby pada Andre. Sehingga anggota keluarga hanya sering tertawa mendengar nama itu.

"Mommm,,,."

Rindah menoleh ke belakang,,karna ada yang memangil."Ada apa Angi." Kata Rindah kepada anaknya.

"Ibu,,, dimana Kakak, kenapa dia tidak mengajak aku untuk ikut bersamanya, kan aku juga ingin melihat calon kakak iparku." kata Angi melihat ibunya dengan tatapan kesal.

"Angi,,apakah kamu mau merusak suasana hati kakak mu saat ini. Sekarang, dia hanya terpaksa melakukannya karna ibu yang memaksa.Jika kamu ikut,ibu takut kamu merusak suasana hati kakak mu."kata Rindah sedikit kesal dengan tingkah anaknya.

"Baiklah ibu,, aku mengerti sekarang. Ibu jangan ngambek ah. Nanti cantiknya ilang lohh."kata Angi merayu ibunya.

"Kecantikan ibu tidak akan hilang kalau ibu ngambek,,, malah akan makin cantik,ayah mu yang bilang itu pada ibu. " kata Rindah sedikit tersenyum pada anaknya.

"hmmm,,, ibu memang top. " kata Angi pada ibunya.

"Angi,,,ibu mau masuk kamar dulu. Ibu mau istirahat."kata Rindah sembari mencium puncak kepala anaknya,dan pergi menuju kamar.

"Baiklah ibu, istirahat yang cukup. "kata Angi pada ibunya.
Angi melihat hpnya dan melihat ada pesan masuk,segera dia membukanya. Angi hanya senyum-senyum membaca sms masuk, ternyata yang sms adalah Rangga pacarnya.

--------

I hate you but i love you Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang