12.Benci itu

4 0 0
                                    

AUTHOR POV

--------------

Setelah sampai dikamar, Andre langsung pergi ke kamar mandi. Dengan Ririn melangkah menuju ranjang dan duduk di pinggir ranjang. Ririn tidak berhenti -hentinya berdecak kagum dengan dekor kamar ini,dengan dinding yang bernuansa putih dan banyaknya bunga - bunga yang menghiasi langit - langit kamar dan di atas ranjang terdapat bunga yang bertebaran berbentuk love. Tidak lupa dengan lilin cantik yang menghiasi ruangan itu.
Ririn hanya bisa menunggu Andre selesai mandi dan setelah itu gilirannya.Sudah limabelas menit Ririn duduk di samping ranjang itu menunggu Andre keluar dari kamar mandi.

kllekk

Terdengar suara seseorang yang sedang membuka pintu, Ririn melirik kearah sumber dan mendapati Andre sudah keluar dari kamar mandi dan beranjak menuju lemari.Ririn langsung menutup matanya apa yang dilihatnya membuatnya syok, baru pertama kali dia melihat laki - laki bertelanjang dada dan hanya memakai handuk untuk menutupi bagian bawahnya. Ririn tau kalau sekarang dia sudah sah menjadi seorang istri,tapi dia memang wanita yang polos, tidak tau apa yang sedang dia hadapi.
Andre yang melirik Ririn hanya heran dengan tingkahnya yang langsung menutup mata.

"Hemm,, ternyata dia memang polos, melihat dada atletis ku saja sudah tutup mata.dasar lugu. "batin Andre dengan melangkah ke lemari pakaian. Ririn langsung pergi ke kamar mandi dengan langkah sedikit berlari dan langsung mengunci pintu.

"Haduh,, kenapa gue jadi deg - degan si. "ucap Ririn sambil memegang dadanya.
Ririn langsung mandi dengan berendam di bathube,dengan merendamkan semua tubuhnya kedalam air membuat tubuhnya yang pegal jadi bugar kembali. Setelah mandi Ririn langsung mengambil handuk dan memakainya.Ririnpun ingin beranjak dan pergi kepintu keluar. Namun

"Aku hanya memakai handuk, mau taruh dimana mukaku. "ucapnya dan mengintip dibalik pintu,namun sosok yang dia cari tampak sudah menghilang dari kamar itu, entahlah Ririn tidak tau yang jelas dia bebas, Ririn segera melangkah menuju lemari pakaian,namun setelah dia membuka lemari yang ia dapati hanya kimono berwarna hitam dengan kain yang halus dengan yang sangat kecil dengan ukuran yang sangat pendek hanya batas sampai pangkal paha. Dengan lengan yang pendek bukan cuman itu terlihat kain ini seperti teranparan.

"Ah,, sangat menyebalkan kenapa pelayan hanya mempersiapkan pakaian ini,bahkan hanya satu.Sial,sial terpaksa aku harus memakainya. "ucapnya dengan menjambak rambutnya yang basah itu.
Ririn mengambilnya dan langsung memakainya,baju itu sangat pas ditubuhnya yang langsing itu. Dia melangkah menuju kaca rias, dan duduk didepannya. Ririn menyisir rambutnya yang hampir kering,dan langsung memakai bedak tipis dan lipstik.Ririn hanya memakai make up sederhana karna baginya itu tidak perlu.Namun daritadi seseorang didekat pintu hanya memerhatikan apa yang dilakukan Ririn. Andre hanya terpaku melihat pemandangan yang saat ini membuat kejantananya menegang,Andre berusaha menelan ludahnya yang sedaritadi dia tahan. Hingga Ririn berbalik dan menatapnya dengan tatapan terkejut.

"Se,, jak kapan kamu ada di sini. "tanya Ririn dengan wajah terkejut karna melihat Andre yang sedang berdiri di balik pintu.

"Aku,aku,,,aku hem,, baru saja. "jawab Andre dengan berusaha agar santai.
Ririn dan Andre hanga saling menatap,entah sejak kapan perkataan AKU KAMU itu terjadi tapi yang pasti bukan GUE LU lagi.

Ririn yang mendengar itu hanya ber'oh'saja.
Namun Andre yang sedaritadi melihat pemandangan saat Ririn mengambil baju itu sampai dia memakainya.Andre melihat lekuk tubuh Ririn,montok dan mempunyai payudara yang sangat besar,dengan tubuh yang langsing,Andre hanya bisa berusaha menelan ludah. Hampir membuat kejantananya berdiri.
Andre berusaha terlihat santai dengan melangkah pergi menuju ranjang,setelah baru apa yang dilihatnya membuat dirinya berusaha menahan hasrat.

"Hmm, ada yang ingin aku bicarakan."ucap Ririn dengan melangkah menuju Andre yang tadi sudah ada di Samping ranjang.

"Apa. "ucap Andre dingin.

"Ma,,malam ini, ap,,kahh.Kiita h,, arus, melakukannya."ucap Ririn dengan gugup sambil mengusap keringat didahinya yang mulai bercucuran.

"Kenapa, apakah kamu mau sekarang. "Ucap Andre berdiri dengan wajah menggoda. Andre dan Ririn berhadapan dengan sangat dekat hanya beberapa senti. Bahkan Ririn bisa merasakan hembusan nafas Andre.

"Apaa,, yang, kamu lakukan."ucap Ririn berusaha mundur.Namun semakin dia mundur Andre semakin melangkah maju hingga Ririn tersandar di lemari.

"Apakah, kamu tidak mau menikmati tubuh sexsi ku ini. "ucap Andre dengan mengankat tangannya dan mengelus pipi Ririn dengan lembut.

"Aku,, aku."ucap Ririn gugup.
Namun tangan yang tadinya dipipi kini mulai turun di leher dan Andre mengusap dengan jari - jarinya ke leher Ririn hingga mampu membuat Ririn mendesah.
Perlahan Andre mendekatkan kepalanya ketelinga Ririn.

"Aku, sangat membencimu. Ingat itu baik - baik. "ucap Andre langsung melepaskan dirinya dari Ririn dan melangkah keranjang dan langsung membaringkan tubuhnya.Ririn yang mendengar itu hanya syok dengan apa yang dikatakan Andre.

"Kenapa dia membenci ku apa salahku. "ucap Ririn dengan melangkah dan pergi keranjang dan menatap Andre yang sudah mulai tertidur dengan pulas. Cukup lama Ririn menatap Andre, perlahan air mata mulai turun dipipinya dan buru- buru dia menghapusnya.Ririn langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan tertidur dengan pulas.

----------

I hate you but i love you Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang