6.Maaf

6 0 0
                                    

AUTHOR POV

--------------

"Hmm! "kata Andre masih memeluk Ririn yang masih menangis kecil.

"Hikss,,, kapan lu datang.Gue gak lihat lu. " kata Ririn di sela tangisnya.

"Daritadi gue di belakang lu, gue lihat semuanya, udah jangan nangis. Lu gak perlu nangisin Aji itu. "kata Andre sembari melepaskan pelukanya."Ihhhhh amit - amit gue meluk lu, coba aja bukan karna Momy, udah gue biarin."Batin Andre.

"Lu tau tentang Aji. "kata Ririn melihat Andre, "Ternyata Andre mempunyai mata yang indah dengan warna mata abu - abu dan alis yang sedikit tebal dengan bersatu kulit putih yang indah. Dilihat dari dekat lu sangat tampan Ndre. "batin Ririn.

"Jangan liatin gue kaya gitu,,risih gue. "Ucap Andre.

"Heheh,,, maaf soalnya lu tampan banget di lihat dari dekat,, upsss aduh napa ni mulut. "ucap Ririn sembari menutup mulutnya yang keceplosan.

"Hemm,,, emang gue tampan."ucap Andre sombong.
"Dasar ni cowok,mentang - mentang tampan, kaya, sexy upss emang iya sih.Tapi belagu"batin Ririn.

"Oh yha lu belum jawab, pertanyaan gue yang tadi. "ucap Ririn pada Andre.

"Yang mana. " kata Andre pura - pura lupa.

"Itu yang gue tanya,lu tau tentang Aji. "ucap Ririn.

"Gak."jawab Andre singkat.
"Sebenarnya gue masih cari tau tentang kehidupannya Aji, huhh menyusahkan saja ayah mu itu."batin Andre mengomel pada hatinya sendiri.

"Owh,lu ngapain ngajak gue ke sini, kalo mau ngomong.Ngomong aja sudah, ini gue dengerin. "Ucap Ririn sembari mengankat tangannya untuk memegang telinganya.

"Dasar cewek b*d*k,,lu pikir gue pikun apa.Main tangan ke telinga. "batin Andre.
Andre yang melihat Ririn hanya berusaha tersenyum paksa, maksudnya senyum di buat - buat biar mangsanya meleleh. Emangnya Es batu apa yha. Ah lupakan.

"Sebenarnya,di sini gue mau minta maaf sama lu.Hem,lu mau kan maafin gue. "ucap Andre sembari memegang tangan lembutnya Ririn.

"Hem,, iya gue maafin lu tapi dengan satu syarat. "ucap Ririn sembari melepaskan tangannya pada Andre dan mengangkat jari telunjuknya berbentuk satu.

"Apa. "kata Andre tersenyum pada Ririn.
"Kenapa senyumnya seperti itu, gue jadi salting olehnya, ternyata dia sangat tampan kalau sedang tersenyum."batin Ririn.
"Hmm,, apa yha. Gue jadi bingung."ucap Ririn sedang berfikir.

"Cepet, gue gak bisa lama - lama di sini, karna gue masih ada urusan di kantor. Bagaimana kalau besok saja yha. " ucap Andre.

"Baiklah,,kapan - kapan saja. Gue juga udah capek seharian ini.Kalau gitu gue mau cabut duluan mau tidur kangen kasur. "ucap Ririn sembari berdiri ingin pergi namun,tiba - tiba Andre menahan tangan Ririn. Ririn yang merasakan tangannya di pegang melirik dan melihat Andre memegang tangannya.

"Kenapa lu, kesambet.Lepasin tangan gue. Gue mau pulang. "ucap Ririn sembari berusaha melepaskan tangannya yang masih dipegang Andre.
"Aduh kalau gini terus bisa - bisa gue mati di sini mana Andre megang tangan gue lagi. "Batin Ririn.

"Biar gue anter,"ucap Andre.

----------

I hate you but i love you Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang