“Ada lah pokoknya buruan!” Dia langsung tancap gas begitu gue udah bertengger manis di belakangnya. Ya Tuhan kenapa sih kok kayak orang kesetanan aja.
“Lo ngajak gue ke sini cuma pingin nyari snack kentang cap celana dalam?” Gue mengembangkan hidung gue saking nggak pentingnya tujuan nih anak usai acara seret menyeret di dalam kelas dan….
BOOOM! Gue sekarang terdampar di sebuah minimarket di ujung jalan.
“Lucu, Taa. Kentangnya diukir mirip celana dalam gitu. Unyu pokoknya.” Ia nyengir lebar selebar daun kelor.
“Lo ngidam?” gue menyipit curiga.
“Ngidam pantatmu! Kita misah aja ya biar cepat nemu barangnya.” saran Eli yang langsung memisahkan diri dari gue.
Akhirnya gue dan Eli memutuskan untuk berpisah demi menghemat waktu. Gue terus berjalan jauuh masuk ke dalam sampai ada kedua tangan yang menutupi kedua mata gue.
“Siapa nih! Kurang ajar! Lo mau nyulik gue ya!” Gue langsung berontak nggak karuan. Nggak sadar apa ini di tempat umum!
Gue langsung menginjak kakinya, memutar lengannya dan menggigit lengan kanannya.
“Aduuuh, Taa! Sadar! Ini gue.” Teriak orang itu di sela racauan dan umpatan gue.
Eh? Guanlin? Buru-buru gue melepas gigitan gue. Heran, gaib banget ni anak.
“Lekas tobat, taa. Untung lo nggak gigit burung gue. Parno-an nih gue lama-lama” Rutuknya sambil mengusap-usap lengannya.
Haaah. Lihat! Dia bahkan bisa mendadak paranoid kalau terus-terusan bareng gue. Gue sadar gue cewek brutal -..-
Gue ngerasa darah gue muncrat di muka gue. Panas. Aliran darah ini kian menyiksa. Gue rasa gue bentar lagi bakal berubah jadi vampir. Gak ding. Becanda. Kok gue jadi grogi gini sih?
“Kok lo bisa di sini sih?” Tanya gue berusaha ngalihin topik biar dia nggak sadar kalo pipi gue mulai berubah warna. Yeee, bunglon kalee.
Dia menyentil dahi gue. “Harusnya gue yang nanya,taa. Kok lo datang ke sini nggak pakai………..”Guanlin menatap gue dari atas sampai bawah sambil berusaha menahan tawa. Gue ngikutin pandangannya.
Buseeeettt!!! Gue lupa pakai alas kaki ke sini. Ya Tuhaaaan!!!
Baru saja gue pingin memaki Eli yang udah bikin gue begini. Gue dapat pesan masuk dari kutu busuk satu itu.
Eli kampret : Gy, gue duluan ya. Sorry gue tinggal. Hehehe ^_~
Aaaaakkkkzzzz! Gue pingin teriaaaak :@ :@ Ternyata ini bagian dari rencana Eli si kutu kampretttzzzzzzzzz.
“Kenapa, Taa?” Tanya Guanlin begitu melihat perubahan wajah gue yang mendadak horor.
“Gue….ditinggal.” sahut gue mendadak seret.
“Yaudah ikut gue aja. Repot amat.” Sarannya enteng.
Yaiyalah repot orang gue bareng lo pulangnya! Lo nggak tau aja organ dalam gue udah berubah jadi pemain sirkus.
Jadilah gue sekarang bertengger manis di atas motor gedenya Guanlin Pelan-pelan Guanlin mulai menyalakan motornya.
Biasanya dalam situasi kayak gini cowok suka modus dengan ngerem mendadak.
-Tbc-
👇Vote👇
KAMU SEDANG MEMBACA
Dating By Incident
Short StoryHighRank [210318] #79 in shortstory Judul sebelumnya : Pipis - Lai Guanlin WARNING 🚫 ENA🙈 Nama gue Tata Gue lagi benci pada pandangan pertama dengan senior gue yang namanya guanlin sejak dia ketahuan ngintipin gue pipis di kamar mandi 16/02/18...
