4.risan's side

1.9K 65 1
                                        

Risan's side

"Risan, besok juga kita pindah.." kata seorang laki-laki bertubuh ideal dengan mata cukup lebar sambil membereskan barang – barang yang berupa pakaian dan semua barang yang dianggapnya penting.

"Loh? Kok mendadak banget kak? Ga asik ah.." protes laki-laki berambut coklat yang sedang mengunyah keripik Lay'snya sambil tiduran di depan layar TV. Kakaknya hanya menatapnya dengan tatapan malas, "Udah deh, nurut aja, papah udah nunggu. Kita juga ga selamanya di sini, aku kan juga udah selesai kuliah.." jelasnya tanpa memperhatikan raut wajah adiknya yang udah mulai mengkerut.

"Sekolahku, gimana?" laki-laki yang namanya chanyeol ini tersenyum sambil menaikkan kedua alisnya, "Kakak udah urus semuanya, tenang aja.." Risan melotot, "Trus? Mulai besok aku udah ga ketemu renjun sama mark lagi?" Chanyeol mengangguk kecil.

"What? Ga, Risan ga mau!" Chanyeol memutar kedua bola basketnya eh, bola matanya malas.

Ia berdecak kesal, "Ck, kamu lebih milih temenmu itu daripada Papah? Ya udah kalau gitu, besok kakak aja yang berangkat, terserah kamulah.." Chanyeol menutup kopernya sambil berdiri.

"Aish~ kak, bukan begitu! Tapi, seorang risan berpisah dengan Renjun dan mark ? Apa kata Bang Somad?" Chanyeol berhenti melangkah sambil berfikir,

'Bang Somad itu siapa yak?' lalu ia berkata, "Kata Bang Somad yaa… I'm sorry, good bye…"Risan mendengus, "Lu kira Krisdayanti.."Chanyeol hanya terkekeh pelan lalu berjalan menuju dapur.

"Tapi ga salah juga kan, kalau kita balik ke rumah papah?" kata Chanyeol cukup keras dari dapur. Risan menghembuskan nafas pelan, "Iya juga sih.." desisnya.

Tiba-tiba, Risan berdiri dan meraih ponselnya yang tergeletak tak berdaya di meja. Ia mencari sebuah nomor telepon, cukup lama ia menunggu nada sambung, dan akhirnya terdengar suara mengerikan di seberang sana.

"Hiyaaa… Risannieku cintaku, unyu-unyu(?), tumben lu nelpon, kangen gue ya? Hah, udah gue duga, seorang Renjun itu emang cetar mebahana.."

"Sumpah jun, KEPO banget lu! Denger, lagian gue yakin, elu yang akan kangen sama gue.."

"Kok bisa? Emang lu mau kemana? Mau kawin? Ahahaha.."

"Jiah, gue serius nih, duarius malahan…"

"Wait .. Duarius itu bukannya artis yak?"

"Itu Duarius Sinatrian dodol! Gue beneran nih! Besok gue mau pulang kampung ke rumah bokap.."

"What? Ga asik lo! Kenapa ga dulu-dulu aje lu pindahnya huahahah.."

"Kurang ajar lo! Jangan kangen gue yah!?"

"Ga, ga akan baby, aku udah punya Mark kok tenang aja…"

"Sialan.." Risan menutup panggilan itu, kemudian ia tertawa kecil. Sungguh aneh tapi nyata.

XXXXXoXXXXX

"Nah, kita udah sampai…." Ucap Chanyeol bersemangat, sementara Risan dengan susah payah menarik 'tetek bengek'nya. Sebuah taksi baru saja pergi, seorang pria berumur sudah tua (?) menunggu di depan rumah. Chanyeol lantas berlari mendekati lelaki itu.

"Papah!" ucapnya bahagia sambil memeluk pak leman  bokapnya, masa tukang siomay. Begitupun Risan yang menyusul dari belakang, "papah.., kenapa Risan sama kak yeol disuruh ke sini?" Leman tersenyum mendengar pertanyaan ga jelas dari anak bontotnya ini

, "Gini loh san, sejak meninggalnya mama kamu, Papah kesepian, jadi kalian papah  suruh ke sini aja…" jawabnya sambil nyengir watados.

"Oh gitu, ya udah deh.. Risan juga ehm.. suka tempat ini kok, adem.. gitu.." Chanyeol me-slap kepala Risan, "Lebay lo.." Risan ngasih tatapan setajam golok ke arah Chanyeol dia malah melet-melet.

"Udah, kalian masuk gih. Oh iya, yeol, kamu udah selesai kuliah?" Chanyeol tersenyum manis banget sambil mengangguk.

"Dan, kamu, Risan, besok Papah anter kamu ke sekolah.." Risan paling males banget denger kata 'sekolah' dia protes, "papah, ga bisa diundur? Seminggu lagi kek.."

"Sekalian kamu ga sekolah papah juga ga masalah kok.."  memukul bokap kesayangannya.

------

Nyampe disekolah risan udah agak siangan,sekitar jam 10.15 lah..

Emang gak niat sekolah tuh anak

Papah risan tadi cuma nganter sampe gerbang doang katanya mau ada rapat,biasalah bisnis men(?)

Papanya cuman titip pesen dia disuruh nyari ruang kepala sekolah,

Risan jalan sepanjang koridor sekolah nyari ruang kepala sekolah,tapi belum ketemu..

Bukanya ketemu ruang kepala sekolah malah..

Bughhh...

Badanya kayak nabrak sesuatu yang besar namun empuk gitu(?)

Terus dia kelempar sampe pantatnya nyium lantai..

Duhh..cogan kudu jaga image pikir Risan,dia buru buru bangun dari duduknya
Berdiri sambil bersihin celana bagian beoakannya.

Risan ngeliatin cewe yang nabrak dia tadi..

Cantik Pikir Risan

Cewe yang dia tabrak itu tata..

"ayok"kata risan ngulurin tangannya

Tata kayak kesakitan gitu kakinya.keliatan gak bisa bangun,heran deh padahal kan tata yang nabrak risan

"Kayaknya kaki lo keseleo deh" risan sempet bingung mau ngapain.mau manggi orang pada gak kenal.mana dia lagi buru buru juga nyari ruang kepsek.

Jadi tampa babibu risan langsung gendong tata

"Kelas lo dimana??"kata Risan setelah mengendong tata ala bridal gitcuhh

"Eh??"sitata cuma bengong aja kan,gimana enggak gitu-gitu risan juga cogan,

"kelas lo dimana"kata risan masih gendong tata

Pas udah mau nyampe..

"Turunin gue"

Entah apa yang ada dipikiran tata,dia minta turun padahal kelasnya udah mau nyampe

"Bentar lagi nyampe"

-TBC-

Di part Risan's side ini gue buat asal usul risan biar gak terkesan tiba tiba nongol gitu,soalnya masih banyak kejutan kejutan untuk kalian readersq cyank😂

Keep vote

👇vote

Dating By IncidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang