Brand New Day

243 49 6
                                        

Sydney 2016

Di sinilah Jiyeon sekarang, menatap kosong lalu lalang kesibukan bandara internasional Melbourne. Wajahnya sembab dan berantakan, maka dari itu sebuah sunglasses bertengger manis di wajah cantiknya.

Park Jisung, ayah Jiyeon, tidak berani mengusik sang putri yang betah dengan diamnya. Jisung paham, Jiyeon pasti masih berat melepaskan Korea.

"Ayo, kita langsung ke rumah baru." Jisung merangkul pundak Jiyeon mencoba mencairkan suasana tetapi hanya gumaman tipis yang jadi jawaban.

Mereka memasuki sebuah taksi yang langsung membawa menuju hunian baru mereka di Australia.

Jiyeon menatap nanar jalanan kota Melbourne yang sebenarnya sangat indah, ini semua baru untuknya tapi hati kosongnya tidak bisa berbohong. Ada luka yang tertinggal, jauh di dalam sana.

Sedang apa Jungkook di sana?

Lelaki itu bahkan tidak tahu jika Jiyeon sudah meninggalkan Korea hari ini. Jiyeon ingin mengiriminya sebuah pesan tapi ponselnya sudah habis baterai.

Taksi berhenti di depan sebuah rumah minimalis yang tampak sangat nyaman dengan nuansa baby blue yang mendominasi. Selera Ayah memang bagus, pikir Jiyeon.

Jisung menurunkan barang mereka dari bagasi dibantu sang supir taksi. Tidak terlalu banyak, hanya dua koper besar dan dua travel bag. Jiyeon tidak membawa banyak barang, ia banyak meninggalkannya di Korea karena Jiyeon yakin ia akan kembali ke tanah kelahirannya, entah kapan.

Jisung mengajak Jiyeon memasuki rumah baru mereka, pria itu mencoba seceria mungkin agar putrinya tidak lagi murung. Jiyeon cukup menghargai usaha ayahnya dengan melukiskan senyum tipis.

Saat masuk, pemandangan perabot rumah yang tertata rapi menyambut mereka. Segera Jiyeon membantu tuan Park membersihkan semuanya lalu menata barang mereka sesuai kamar yang sudah disediakan. Jiyeon di lantai atas dan ayahnya di lantai bawah.

Kamarnya cukup luas, didominasi warna merah muda lembut dengan perabotan warna putih minimalis. Jendela kamarnya menghadap langsung taman kecil di samping rumah mereka dan di seberangnya ada jendela kamar rumah sebelah.

Jiyeon tersenyum, tetangga mereka seorang lelaki muda yang tampanーsepertinya. Jendela kamar tetangganya terbuka lebar dan lelaki itu terlihat tidur masih dengan kemeja kantornya. Astaga.

Setidaknya mereka bisa berteman nanti. Jiyeon akan menyapanya besok.

×

×

×

Jungkook menulikan telinga dan membutakan pandangan. Bibirnya bergetar setelah mendengar penuturan Nyonya Park tentang kepergian Jiyeon ke negeri kangguru tadi pagi.

Ia terlambat,

Sangat terlambat.

Hari ini Jungkook datang ke rumah Jiyeon, ia ingin meminta maaf pada kekasihnya dan memikirkan kembali penawaran Jiyeon.

Karena sangat mencintai Jiyeon, ia rela menekan perasaan takut dalam diri dan menikahi Jiyeon tapi ia ingin meminta waktu.

Nyonya Park membuka pintu dan terkejut mendapati Jungkook, kekasih putrinya.

"Jungkook?"

"Ah, Nyonya Park, apa Jiyeon ada?"

Nyonya Park mengernyitkan kening. Apa Jungkook tidak tahu?

[ ✓ ] FateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang