Yang chanyeol tahu hanyalah dirinya menyukai kyungsoo. Sejak pertama kali melihat sosoknya, saat dia mengetahui dio dan kyungsoo adalah orang yang sama disitu dia semakin menyimpan rasa dimana yang tak mampu ia jelaskan. Dia ingin melindungi kyungsoo. Dia tahu jika kyungsoo memiliki waktu yang sulit.
"Aku menyukaimu---tidak! Aku mencintaimu soo" kata chanyeol lirih menekankan pada kata terakhirnya.
"Tidak--tidak" kyungsoo menggeleng, kini airmatanya berurai membasahi wajahnya.
"Itu tidak benar yeol" kata kyungsoo dengan terisak. Chanyoel meraih tubuh kyungsoo dan memeluknya.
"Tidak ada yang tidak benar soo. Uljima" chanyeol mengusap lembut surai rambut kyungsoo.
"Jika mencintaimu adalah hal yang tidak benar. Aku tak pernah menyesal dengan hal itu. Kumohon, jangan menjauh dariku" kata chanyeol lagi, dia mengecup sekilas pucuk rambut kyungsoo.
Kyungsoo hanya terisak menangis dipelukan chanyeol. Awalnya kyungsoo menolak ini tapi perlahan ada sebuah rasa nyaman yang memenuhi hatinya. Dia membiarkannya semua terjadi. Jika pada akhirnya dia harus jatuh hati mungkin inilah saatnya. Walaupun dirinya juga tak tahu rasa apa yang ia rasakan saat ini.
Setelah puas menangis, kyungsoo menjauhkan diri untuk melepaskan pelukan chanyeol.
Chanyeol menangkup wajah kyungsoo.
"Mulai sekarang jangan pernah merasa seperti itu. Aku mencintaimu bukan tentang siapa dirimu soo. Tapi ini tentang bagaimana aku merasa bahagia dan nyaman berada disisimu. Jadi, bolehkah aku ehm---".
"Ne boleh" potong kyungsoo. Chanyeol terkejut menatap kyungsoo tak percaya.
"Ah aku lapar, mau kekantin dulu ya" kyungsoo segera pergi. Dia tidak tahu mengapa berkata 'boleh'padahal chanyeol mau bertanya apa dia tak tahu.
"Soo~ya! Kau juga menyukaiku?" seru chanyeol. Kyungsoo mempercepat langkahnya, dia malu.
"Aigoo! Soo~ya! Tunggu aku!" seru chanyeol, dia segera menyusul kyungsoo.
"Kau mau makan apa?" tanya chanyeol pada kyungsoo yang sedang memilih makanan untuk dibeli dan dimakan bersama.
"Adikmu makanan kesukaannya apa yeol?" tanya kyungsoo balik.
"Entah, aku tak tahu" jawab chanyeol acuh. Kyungsoo menoleh kearah chanyeol dan mengerutkan dahinya.
"Kenapa?" chanyeol menoleh menatap balik kyungsoo.
"Dia adikmu yeol".
"Hmm, yah tapi itu beberapa bulan yang lalu" jawab chanyeol.
"Maksudnya?".
"Kita pesan ini saja ya untuk berempat" chanyeol menunjuk beberapa makanan yang ia pesan pada penjaga kantin untuk dibungkuskan untuk 4orang.
"Yah, aku dan dia menjadi saudara baru beberapa bulan yang lalu setelah orangtua kami menikah. Oh, iya kau ingin minuman sesuatu?".
"Orange juice dan susu saja".
"Baiklah" chanyeol memesan lagi untuk minuman mereka.
"Kita tunggu disana saja" ajak chanyeol pada kyungsoo duduk dimeja dekat kasir.
"Jadi--- e-eh?" kyungsoo kaget karna chanyeol tiba-tiba melepas topi dikepalanya.
"Kau itu Manis jika tak memakai topi. Nah, wajahmu jadi terlihat sekarang" kata chanyeol dengan tersenyum. Kyungsoo tertunduk malu, dia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karna topinya dilepas tiba-tiba.
"Aku kembali kesini karna appaku menikah lagi. Sebenarnya aku malas untuk berada diseoul" cerita chanyeol.
"Kenapa?" tanya kyungsoo lirih.
"Kenapa?" chanyeol menatap kyungsoo yang masih menunduk. Ia meraih dagu kyungsoo dan mengangkat wajah kyungsoo agar dia bisa menatapnya.
"Semenjak kematian umma. Appa selalu sibuk dengan pekerjaannya. Jadi untuk apa aku diseoul. Tapi~" chanyeol menjeda kalimatnya dan menatap lekat mata kyungsoo, kyungsoo malu namun dia tidak bisa menghindar dari tatapan chanyeol.
"Sekarang ada kamu, alasanku untuk berada disini" chanyeol tersenyum. Pipi kyungsoo memerah dia malu. Dia hendak menunduk lagi tapi ditahan chanyeol.
"Kenapa kau suka sekali menunduk, hm?" tanya chanyeol.
"Jika kau menunduk aku tak bisa memandang wajahmu".
"Ah i--itu".
"Oh iya. Nanti ada kuliah sore. Kau berangkatkan?". Kyungsoo mengangguk.
"Nanti pergi bersamaku ya?".
"Tidak" kyungsoo menggeleng cepat.
"Kenapa?".
"Karna nanti apa kata para mahasiswa dikampus jika kita pergi bersama?"."Apa kata mereka? Apa kita butuh komentar mereka tentang kita? Apa hidup kita berdasarkan komentar tentang mereka?" tanya chanyeol menatap kyungsoo. Kyungsoo menggeleng. "Bagus. Ah, itu pesanan kita sudah jadi. Sebaiknya kita kembali" ajak chanyeol pada kyungsoo. Setelah membayar pesanan mereka. Chanyeol dan kyungsoo kembali keruang rawat umma kyungsoo. "Umma belum sadar mphi?" tanya kyungsoo lirih saat tiba diruang rawat ummanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Women In Black
ФанфикChanyeol, Park chanyeol adalah mahasiswa pindahan dari china, ini hari pertamanya kuliah. Dia mengambil jurusan management untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Dia sedang memperhatikan wanita bertubuh kecil tidak terlalu tinggi, berpakaian serba hit...