10.Pelakor blasteran

2.8K 225 13
                                        

Darrel pov

Sudah berjam-jam aku dan Delilla diatas sini.Aku hanya memperhatikan sedangkan Delilla sibuk mengutak ngatik laptopnya.

Sesekali dia tersenyum,kadang juga menyeringai.

Ada rasa yang sulit aku jelaskan saat melihat dia bahagia.Perasaanku seakan di acak-acak olehnya.

Ah gadis ini sangat pandai membuatku jatuh cinta berulang kali.

"Ael pulang yuk"

"Emang udah selesai Del?"

"Udah,tinggal nunggu pengirimannya doang"

"Yaudah yuk balik"

"Eh tunggu bentar"

Delilla mendekatkan tubuhnya padaku,tangannya terulur merapihkan dasi yang melekat dikerah bajuku.

"Kamu tuh ya kebiasaan banget,aku nggak suka kalau kamu berantakan gini"

Ya Tuhan jantungku seperti ingin meledak.Posisi kami saat ini sangat dekat,aku bahkan bisa merasakan aroma parfumnya.

"Nah selesai,yuk balik"

Delilla berbalik mengambil laptopnya,ia memasukan semua barang barangnya dalam tas.

Darrel pov and

15.05 PM

Darrel dan Delilla berjalan menuruni tangga,tangan mungil Delilla setia menggenggam tangan besar Darrel.

Dengan posisi seperti itu mereka nampak seperti kekasih?

Ah entahlah.

Mungkin Darrel saja yang terlalu berharap lebih atau memang Delilla sengaja melakukannya?

Jantung Darrel rupanya tidak bisa diajak kompromi,sejak Delilla merapikan dasinya tadi jantungnya terus saja bergerak kencang.

Degupan jantung Darrel semakin menggila saat Delilla menggenggam erat tangannya.

Saat dalam perjalanan pulangpun jantung Darrel masih menggila.Bagaimana tidak?Delilla dengan manjanya memeluk erat pinggang Darrel ditambah lagi kepala Delilla disandarkan pada bahu Darrel.

Terlihat begitu romantis bukan?

Perjalanan pulang terasa begitu singkat bagi Darrel.Sekarang Darrel berada tepat di depan rumah Delilla.Jujur saja ada rasa tidak rela yang Darrel rasakan saat tangan mungil Delilla tak lagi memeluknya.

"Makasih ya Ael"

"Iya sama-sama,aku pulang dulu ya del"

"Eh tunggu bentar"

"Kenapa del?"

"Besok kita eksekusi"

"Serius?"

"Hmm"

"Yaudah aku balik dulu ya,bye Del"

"Bye"

Besok,hari dimana eksekusi akan dimulai.

Semua persiapan sudah rampung.

Delilla sudah menyusun semuanya secara sistematis.

Mulai dari membajak semua akun medsos si pelakor.

Menarik semua uang dari rekeningnya.

Meretas semua aksesnya untuk berkomunikasi dengan Tama.

Bahkan Delilla sudah memikirkan bagaimana nasib anaknya Leli.Ya Leli adalah nama pelakor yang nyawanya tinggal terhitung hari.

Lelita isami,pelakor blasteran indo-jepang.Leli ini janda anak satu.Anaknya berusia 7 tahun dan hanya sampai 7 tahun.

Tinggal diperumahan elit yang lumayan dekat dengan sekolah Delilla dan pastinya semua fasilitas yang digunakan Leli berasal dari Tama ayahnya Delilla.

Delilla tau semuanya sekarang.Semua kebusukan yang dikubur Tama dalam-dalam.

Bukanya sedih Delilla malah merasa bahagia sekarang.Tau kenapa?

Karena akan ada empat manusia yang akan dia siksa.

Bukan hanya Leli dan anaknya tapi juga ada dua orang lainnya.

Benar kata orang Bahagia itu sederhana.

Psikopath HackerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang