Krekk
Satu
Krekk
Dua
Krekk
Tiga
Suara itu terus muncul karena angin mengahalanginya.
Sampai akhirnya pada hitungan ketiga suara itu berhenti.
Digantikan oleh cahaya merah yang menyala-nyala.Terpaan angin semakin menyulutnya.
Api,api itu terus bergejolak.Menyelesaikan semua yang dimulai Delilla.
Disana,didalam api yang bergejolak itu sepasang ibu dan anak tengah merenggang nyawa.
Ah aku yakin panas itu tak seberapa dibanding penyiksaan yang mereka dapatkan dari Delilla sebelumnya.
"Dua orang.....selesai"
Suara gadis itu memecah keheningan,smirknya tak pernah pudar sejak api menyala.
Matanya fokus memperhatikan objek yang sedang dilahap api.
Delilla melempar dirgen berisi minyak tanah kearah api yang menyala.
Hey lihat,api menyambutnya dengan baik,kobaran api semakin besar bahkan panasnya sampai terasa ditempat Delilla berdiri.
***
"Ael,pulang yuk"
Ael tak menjawab,dia meraih tanganku dan melangkah keluar dari rumah.
Delilla tersenyum lebar,benar dugaannya.
"Semuanya udah selesaikan Del?"
"Iya udah"
Dua remaja itu berjalan beriringan,Delilla terus saja tersenyum aneh sedangkan Darrel semakin mengeratkan genggamannya.
Lalu bagaimana dengan Leli dan anaknya?
Ah entahlah mungkin mereka sudah menjadi debu,lagi pula sepertinya rumah mewah itu sebentar lagi akan terbakar hangus.
"Ael"suara Delilla memecah keheningan
"Hmm kenapa Del?"
"Kamu cinta gak sama aku?"
"Hah!"Darrel terkejut
Delilla mengulangi ucapannya
"Kamu cinta gak sama aku?"
Darrel gelagapan.Kenapa tiba tiba Delilla bertanya seperti itu?
Atau jangan-jangan Delilla sudah tau tentang perasaannya..
"Ka kamu kok nanya gitu sih Del?"
"Aku mau tau aja,perasaan kamu ke aku tuh kayak gimana"
"Aa a aku sebenernya suka sama kamu Del,aku takut perasaan aku ini bakal bikin persahabatan kita ancur"
Pengakuan Darrel sontak membuat Delilla kaget,ah maksud ku berpura-pura kaget.
Darrel menunduk malu-malu,ia terlihat manis dengan ekspresi seperti itu.
"Aku juga suka sama kamu"
Delilla berucap tampa beban,semua sudah terencana.
Darrel mendongak kaget.
"Kamu serius?ini aku gak mimpi kan?"
Darrel bertanya dengan wajah polos,ah laki-laki ini terlihat semakin tampan saja.
"Iya aku cinta sama kamu"
Darrel langsung memeluk Delilla.Dia bahagia,ternyata perasaannya terbalas.
Delilla diam saja dalam pelukan Darrel,ekspresinya datar sama sekali tidak menunjukan kebahagiaan.
"Yaudah yuk pulang"
Darrel merelai pelukannya.
"Yuk"
Darrel pulang dengan perasaan bahagia,sepanjang jalan senyumnya terus merekah.Ah jatuh cinta memang indah....
Di lain sisi senyum Delilla juga merekah.....
Senyum yang sayangnya justru terlihat menyeramkan.
"Kau terlalu mudah terbuai,terlalu bodoh,terlalu naif bahkan saking terlalunya kau tak sadar kalau permainan yang sebenarnya baru dimulai"
-----------------------------------------
Maaf Dian baru bisa update
Sekedar mengingatkan,jangan jadi pembaca goib,silahkan tinggalkan tanda tanda kehidupan.
Terimakasih sudah baca dan sampai jumpa
KAMU SEDANG MEMBACA
Psikopath Hacker
Mystery / ThrillerAku akan balas dendam. Pasti menyenangkan melihat tubuhnya yang tak bernyawa mendarat bebas diatas tanah.
