Kembar? (4)

1.7K 179 24
                                    

H-2 OSN

Karena taruhan 3 hari yang lalu, Jisoo semakin semangat dalam belajar. Dan tersisa 2 hari lagi menuju OSN, bagi Jisoo dua hari itu seperti 2 jam. Karena waktu selalu tidak terasa bila tidak ditunggu. Jisoo dalam beberapa hari ini juga lebih sering ke kelas Suho, tentunya untuk menanyakan materi kimia. Siapa yang tidak mau jika mendapat ilmu gratis menurut dia.

"Jadi lo masukkin dulu si delta Tf nya ini, nah baru dah abis tuh dikaliin."

Jisoo mengangguk-anggukan kepalanya, ia merasa jauh lebih paham setelah dijelaskan oleh Suho. Suho langsung tersenyum dan membelai pucuk rambut Jisoo.

Jisoo langsung terdiam kaku, "Hahaha, sorry. Abisnya lo lucu," puji Suho.

"Gimana kak?" tanya Jisoo memastikan sekali lagi.

Suho berdeham, lalu mengalihkan pembicaraannya, "Mumpung sekarang istirahat kedua, gua traktir mie ayam Pak Cokro deh."

"Tadi kakak bilang apa?"

"Mau nraktir," Jawab Suho dengan bohong.

Jisoo menghela nafas, "Siapa yang gak mau, ayo!" ucap Jisoo menerima tawaran.

Jisoo memang lemah terhadap uang, apalagi traktiran. Baginya terkadang kebahagiaan bisa dibeli dengan uang. Dalam hal makanan contohnya.



***



"Itu si Jisoo bukan Jin?" tanya J-Hope menunjuk ke arah Jisoo dan Suho.

Jin melihat ke belakangnya, dan entah kenapa merasa kesal. Mereka memang tidak memiliki suatu hubungan, hanya teman dekat. Tapi Jin merasa kesal sekali hari ini. Dada nya seolah-olah sedang terbakar.

Jimin melihat Jin sembari tersenyum lebar, "Jiakh ada yang kebakaran nih."

"Kebakaran apa dah?" tanya Jungkook bingung.

"Terbakar api cinta yang membara.." jawab Jimin.

"CHUAKS" jawab J-Hope dan RM.

"Lo lagi denial ya?" tanya V.

Jin langsung membalik dan melotot, "NGGAK."

V menggeleng-geleng tak percaya. Ia tahu betul karakteristik sahabatnya itu. Jin sangat payah dalam soal percintaan, bahkan mantan pacarnya saja waktu itu hanya bertahan selama 2 bulan. Itupun Jin terima karena rasa kasihan saja.

"Terus lo benci gitu?" tanya Suga.

Jin terdiam sejenak, dan kembali menoleh kebelakang. Ia melihat punggung Jisoo dari kejauhan. Sejujurnya ia bingung. Jikalau ia tidak suka, seharusnya ia merasa biasa saja. Jin merasa tidak pantas untuk merasakan hal ini. Seolah-olah ada yang menariknya keluar dari zona nyaman.

"Dibilang benci juga nggak, suka juga nggak." jawab Jin.

"Itu namanya denial, Jin." jelas Jimin.

Jin jadi teringat ucapan ibunya. Baginya, cinta itu memuakkan. Cinta membawa banyak rasa, tapi juga bisa membawa sakit yang sangat luar biasa. Rasa sakit yang mampu membuat seseorang rela untuk melakukan apa saja.



***



HARI H OSN

Jisoo sudah bangun dari jam 5, baginya sangat penting untuk bangun lebih awal agar tetap merasa segar. Seolhyun jadi ikut terbangun akibat mendengar suara keributan dari dapur. Ia menggesekkan matanya sambil menguap.

KembarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang