13 - Sebuah penjelasan

208 24 2
                                        

“AAAAAA!!!!!”

---

“ada apa dengan mu ? kau tidak kenal aku ?” seorang pria tua yang memakai pakaian kebunnya sambil memegang sekop

Lay masih shock dan masih belum bisa mengatakan sesuatu.

“lay kamu baik baik saja ? yeye senang kau sudah datang tapi kenapa kau tidur diluar ?”

Lay masih terdiam dan memperbaiki posisinya dalam keadaan duduk

“yeye…”

“um… kau sakit ?”

“aku rindu…..” dengan wajah murung

“sini aku peluk….”

Yah… cucu dan kakek sedang melepas rindu. Lay kini melompat kegirangan, dia benar benar bahagia kembali ke kampung halaman yang sudahlama ia tinggalkan

“yeye, nenek mana ?” lay kini melepas pelukannya

“nenekmu sedang ada didalam. Dia membuat teh untukku, sepertinya dia agak kesal melihatmu tidur diayunan” kata yeye sambil mengambil menggali tanah dengan sekop

Lay masih terdiam dan matanya mengarah ke ayunan

“yeye, mana koperku ? tas ku ?”

“ada didalam”

Tanpa berfikir panjang lay masuk ke dalam rumah

“nenek…. ? kau dimana ?” lay berjalan menuju kedapur namun dia tidak menemukan siapa siapa

“nenek kemana ? dia tidak membuat teh”
Lay mencari keseluruh ruangan dan ruangan terakhir dikamar belakang

“nenek ?”

“nenek ? kau dimana ?”

“BRUKKK…..”

Dia mendengar suara yang aneh, seperti barang yang jatuh

“hah !!! itu nenek ? apakah itu dia ?”

Lay belum berani melangkahkan kakinya untuk masuk keruangan itu, namun dia yakin neneknya ada disana. Lay menutup matanya dan mengambil posisi seperti petinju untuk jaga jaga dan….

“AAAAA…..siapa kau... ” lay berteriak tanpa alasan dan membuka matanya

‘’yixing ?” nenek bingung melihat apa yang ia lakukan

“nenek ? kenapa kau membongkar koper ku ?” mata nya kini terbelalak

“kau membawa banyak baju, dan tidak ada sesuatu untukku dan kakekmu ! dasar anak nakal !” nenek mulai merapikan baju cucunya yang ia bongkar

Lay kemudian mendekat dan duduk disamping neneknya

“aku memang tidak member sesuatu sekarang, namun aku akan mempersiapkannya” jawab lay tersenyum

“iya ! kemudian kau pergi lagi kesana. Kau pergi ke korea lalu pulang kesini untuk sementara” nenek nampaknya kesal

“aku tidak berfikir untuk kembali secepatnya, namun aku akan tinggal menetap disini untuk sementara. Rekan dan sahabatku disana berjuang, aku juga harus berjuang bukan ?” lay memegang pundak neneknya dan meyakinkannya.

“lantas kapan ? maksudnya hadiah yang akan kau berikan ?”

“hadiah itu tidak akan datang tapi nenek dan kakek yang harus mendatangi hadiah itu. Nenek meski kau tua kau lebih cantik dari pada ibu” lay tersenyum dan memeluk neneknya dengan hangat

🌿🌿🌿🌿
Disore hari, lay membaca buku dihalaman depan rumah dan duduk diayunan bersama kakeknya sambil menikmati senja yang akan berlalu

I'm A... Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang