5. Manis

112 18 4
                                        

"Setidaknya, jika kamu sudah memasuki dunia baru, kenalilah, jangan jadi asing, agar kamu tidak selalu hidup dalam masalalu."

Mentari sepertinya masih malu untuk menampakkan kilaunya. Giliran rintik air yang bertugas pagi ini. Semalaman hujan mengguyur kota Bandung. Hingga pagi ini, gerimis masih turun. Lara menggulung tubuhnya di balik selimut tebal. Masih enggan untuk bangun. Untung saja ini hari sabtu, jadi ia bisa tidur sepuasnya, apalagi cuaca sangat mendukung untuk kembali ke alam mimpi. SMA Angkasa hari sabtu memang libur, karena hanya lima hari sekolah.

Toktok..toktoktok..toktoktok..toktok..toktok

Sebuah nada notifikasi muncul dari ponsel Lara, dengan enggan ia meraihnya, melihat siapa pengirim pesan.

"Udah gue duga." Ucap Lara ketika melihat nama Tasya terpampang di layar ponsel.

Tasyatoa

Laraaa
Bgn kebo gue tau lo belom bgn
Oiii
Adasilla larasati vegard
Gue kerumah lo
Gbt. Bgung lbr mw ngpain

Ga

Cm gt doang?
Jht luu

Gue cpk
Pen tdr

Kebo
Bodo amat
Gue otewe rmh lo, bye.

Y

Lara menaruh ponselnya sembarang. Kelakuan sahabatnya terkadang membuat otaknya mendidih. Gagal sudah rencananya. Rencana untuk tidur dan bermalas malasan.

"Bodo amat lah Ta gue tidur." Gumam Lara kemudian kembali tidur di balik selimutnya.

***

Tasya's POV

"Keluar yuk Ra. Gue udah disini empat jam dan cuma ngilatin lo tidur, gue bosen Lara." Rajuknya pada Lara. Pasalnya ia sudah disini hampir empat jam dan hanya dihabiskan untuk menonton tv, makan camilan, dan bermain ponsel.

"Gak ah. Gue mager Ta."

"Yaelah, udah gak hujan juga kok. Pliss pliss pliss" ucapnya memohon dengan kedua tangan mengatup di depan dada.

Lara mengehela nafas kasar. Sahabatnya ini tidak akan berhenti memohon jika keinginannya belum terpenuhi. "Yaudah mau kemana?"

"Yeyy.. ke kedai aja yuk? Atau toko buku?" Tanyanya girang.

"Kedai aja."

"Okke yuk cuss."

"Gue mandi dulu kali, Ta"

"Oh iya lupa, kita kan mau nongtik ya." Ucapnya dengan kikikan.

"Nongtik? Apaan tuh?" Tanya Lara bingung, tak mengerti maksud Tasya.

"Nongkrong cantik." Jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata.

Lara bergidik ngeri "Jijay banget deh, alay." Ucapnya kemudian berlalu meninggalkan Tasya yang masih cengengesan.

***

"Raa.. Lara.. lo liat deh, gila kak Stev udah jadian aja sama yang lain." Kata Tasya heboh sambil menyodorkan ponselnya kepada Lara.

LaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang