Air syahdu itu jatuh begitu saja
Yang terlihat hanya basah
Ketika memandang hanya resah
Kemudian berubah
Bulirnya berkilau
Hingga mata memandang silau
Bukan terpukau
Tapi justru mengharu biru
Sejatinya ini rindu
Tak terucap hanya muncul dalam kalbu
Merindu
Haru
Syahdu
Hingga bibir kaku tak beliku
Sebabnya apa tidak terucap
Bibirnya siapa tidak mengucap
Dia siapa datangnya mengecam
Suara melengking miliknya mengapa menghujam
Datang menerjang hingga yang berlabuh tenggelam
Sebabnya apa?
Entahlah..
Sudah..
I G C
1 Juni 2018, 8:23 AM
