MAWAR Rindu SENJA

98 7 0
                                    

Karya : NuriMiri02

Puisi ini tak secantik Yeoja dari Korea,
Tak seindah pegunungan Himalaya,
Ataupun sekeren menara Burj Khalifa,
Ini hanya sajak dengan aksara yang sederhana.

Tentang sebuah penantian dalam senja,
Dariku sang penyuka rangkaian aksara, Nuri Latifah.

MAWAR rindu SENJA.

Setetes darah jatuh mengenai bumi,
Setangkai mawar melukai kulit ini,
Tepat saat jingga membentang bersama awan,
Dan, semua makhluk pulang keperaduan.

Langit biru menghitam,
Sang surya pun tenggelam,
Angin berhembus kencang,
Dan, satu kelopak mawar melayang.

 Jingga mulai menghilang,
Berganti dengan hari petang,
Mawar yang indah pun enggan menampakkan keindahan,
Dan, menyisakan berjuta penyesalan.

Kapan, penantian ini berakhir?
Ataukah, terus berkelanjutan?

Mawar yang merindukan senja,
Kala jingga telah tiada,
Penyesalan tiada artinya,
Segeralah bangkit daripadanya.

•••

Dedicated for 'she'!!!

Kumpulan Puisi 1Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang