Bagian 6 (mereka)

104 12 0
                                    

Autor Pov

Di sudut ruangan nampak seorang gadis yang duduk dekat jendela merenungkan nasibnya

Air mata yang menemani miche malam ini. Ya, gadis itu adalah miche

Miche terus saja berbicara sendiri akan nasib apa yang menimpanya

"Mami, papi, andai kalian masih hidup, kita pasti masih bahagia sekarang"

"Aku ingin kebahagiaan yang lengkap, orang tua, keluarga, dan tempat untuk aku berlindung. Aku tidak puas akan kebahagiaanku sekarang!!! Hiks...hiks....hiks.."

Sejujurnya keceriaan tidak dapat menutup kesedihan yang mendalam, karena kesedihan harus diluapkan bukan di tutupi.

***

Malam berlalu dengan cepat tak terasa hari sudah pagi

" hoam....aduh kepalaku rasanya seperti berputar, mungkin karena kebanyakan menangis" ucap miche yang terbangun dari tidurnya sambil memijat pelan kepalanya yang pusing

Miche lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, menjalankan ritual mandi paginya.

Setelahnya ia pergi ke dapur yang hanya berjarak beberapa meter dari kamarnya, karena memang tempat tinggalnya yang kecil.

"Ternyata tinggal sendiri sepi. Tapi ada untungnya, aku gak perlu bangun pagi dan menyiapkan keperluan tanteku" ocehnya

Setelah selasai makan miche pergi ke sekolah dengan berjalan kaki karna jarak antara tempat kontrakan dengan sekolahnya dekat, dan juga ia harus menghemat uangnya yang semakin berkurang itu. Sepertinya ia harus bekerja atau buka usaha kecil-kecilan gitu.

Saat sampai di pintu gerbang sekolah, perhatian miche teralihkan oleh segerombolan siswa-siswi yang mengerumuni papan pengumuman itu. Hal itu membuat miche kepo dan datang menghampiri gerombolan siswa tersebut.

Ternyata hal yang di kerumuni itu adalah pengumuman pertukaran siswa antara 2 sekolah ternama yaitu sekolahnya dan sekolah lainnya. Yang bertujuan agar budaya dari sekolah lain bisa tertanam di sekolah tersebut.
Dan sekolah akan memilih 5 orang murid berprestasi, dan yang terpilih dari sekolah miche adalah kelima sahabatnya.

"Wah, sahabatku memang hebat, bangga deh punya sahabat seperti mereka" puji miche

Kenapa miche gak kepilih mewakili sekolahnya? Bukan karena dia tidak pintar, namun karena miche kurang mengikuti acara-acara sekolah karena hal itu hanya merepotkan menurut miche.

Tapi berbeda dengan kelima sahabatnya, mereka sangat senang dan ingin mengikuti acara sekolah terutama acara-acara yang di gelar oleh osis.

Miche memasuki ruang kelas, tapi ada yang berbeda dengan kelasnya yang biasanya ramai menjadi sepi tanpa kehadiran kelima sahabatnya.

Miche ingin menanyakan atas ketidak hadiran sahabatnya pada teman sejelasnya, namun ibu gurunya sudah datang

"Selamat pagi anak-anak, hari ini kelima teman kalian sudah pergi ke sekolah lain karena waktunya mendesak, dan sekarang kalian kedatangan teman baru. Mari kalian silahkan masuk" ucap bu guru

Empat murid pria masuk, dan langsung mendapat sorakkan dari teman sekelasnya

"silahkan perkenalkan diri kalian dulu" Lanjut ibu guru itu

Namun tidak ada yang membuka suara antara keempat murid baru itu

Tiba-tiba seorang dari antara empat murid baru maju, pria dengan muka paling imut itu mulai angkat bicara

"maaf bu, mereka bertiga memang begitu, karna mereka baru di daerah sini, dan juga di dukung dengan sikap mereka yang, ehhh dingin itu, jadi tolong maklumi saja bu" ucap pria itu gugup, karena dirinya yang mendapat tatapan tajam dari tiga temannya

"oh, ok tidak papa, tapi bisakah kamu yang memperkenalkan diri, dan juga perkenalkan temanmu" balas ibu guru

Setelah sekian detik tidak ada jawaban maka Bu guru pun menyuruh ke empat murid itu untuk duduk

Sifat mereka bagaikan es, dingin dan tak tersentuh.

Angel of the LordTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang