09.Pantai

41 5 7
                                    

Jangan merasa bersalah
Atas hubungan kita.
Tapi,salahkanlah mereka
yang ingin merusak kebahagiaan antara kita .

******

"Karin kenapa?" tanya Rendi yang sangat ketakutan dengan keadaan karin.

"Kurang tau,soalnya waktu gue tau karin di lab fisika gue langsung bawa dia kesini" jawab Alfa yang berusaha menenangkan dirinya sejenak.

Tiba tiba mamanya karin keluar dari kamar Karin.

"Ma karin gak apa apa kan?" tanya rendi kepada mamanya.

"Gak sayang,nak alfa dipanggil karin di dalam" ucap mamanya karin.

"Iya tante" jawab alfa dan langsung masuk ke kamar sedangkan rendi di panggil mamanya.

"Alfa makasih ya buat yang tadi" ucap karin pelan sambil tersenyum.

"Siapa yang ngelakuin ini sama lo?" tanya alfa datar sambil duduk di tepi tempat tidur karin.

"Gue gak ngeliat orang nya" jawab karin berbohong.

"Jangan bohong karin,gue gak bakalan balas dendam kok.tenang aja" ucap alfa.

"Itu Anastasya sama temannya" ucap karin pelan dan gemetaran.

"Lain kali jangan terlalu percaya sama nomor yang tidak dikenal ya,gue gak mau liat lo gini lagi jadi lo harus hati hati" ucap alfa dengan penuh kasih sayang.karin menganguk mengerti apa yang di ucapkan alfa barusan.

"Mulai besok gue yang antar jemput lo ke sekolah bahkan kemana pun lo pergi"perintah alfa." sekarang lo istirahat aja,biar besok kita jadi ke pantai"ujar alfa sambil mengelus kepala karin dan meninggalkan karin di kamar sendiri.

"Ren,gue pulang dulu ya.besok gue kesini lagi" ucap Alfa pamit kepada Rendi yang berada di ruang tengah

"Besok jadi apa enggak kita pergi?gue sih pengen kali" tanya rendi dengan nada bimbang.

"Liat besok lah" jawab Alfa datar sambil keluar.

******

"Karin" panggil seseorang dari arah pintu masuk

"Iyaa sebentar" teriak rendi

'Wow bidadari ku cantik banget kalau tidak pakai baju seragam' batin rendi sambil melihat Christi dengat lekat.iya yang memanggil karin itu Christi sahabat karin

"Eh kak karin nya mana?" tanya Christi yang menyadarkan Rendi.

"Ohh karin tuh di kamarnya,masuk aja" ucap Rendi sambil berjalan."kalau lo mau ke kamar karin langsung aja ya,lo kan uda tau kamar nya di mana. "Lanjut rendi yang membiarkan christi begitu saja.Meskipun Rendi suka kepada Christi tapi dia tidak terlalu memayoritaskan gadis itu di hiduonya sekarang ini.

" karin"panggil Christi pelan saat membuka pintu kamar karin dan masuk mendekati Karin.

"Lo gak apa apakan?lo sih tadi gak mau dengarin kami,kan ini akibatnya.emang siapa yang giniin lo?" tanya christi dengan kekwahtirannya.

ALFANDOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang