#9

229 25 0
                                        

Sinb kembali bingung... Apakah dia harus menjauhi jhope seperti ini terus? Sebenarnya sinb merasa tidak enak berjauhan dengannya selama beberapa hari ini. Sinb bingung apa yang harus dilakukannya. Meminta maaf? Mungkin sinb harus melakukannya

Tak lama kemudian jhope pun sampai dikelas. Saat jhope ingin melewati tempat duduk sinb, jhope menoleh kearah sinb dan sebaliknya. Akhirnya mereka saling bertatapan.

"J-h... "Saat sinb ingin memanggil jhope tiba-tiba jhope menoleh wajahnya kedepan. Sinb pun menundukkan kepalanya.
"Apa dia cuek padaku? "

"J... Jhope... Mianhae"ucap sinb memegang pergelangan tangan jhope saat dipintu

"Wae? "

"A-aku menjauhimu akhir-akhir ini"

"Arasho... Aku menyadarinya... Maksudku kenapa kau seperti itu"

"Ikut aku" sinb menarik jhope ke depan kelas sambil melihat lapangan "ku jelaskan disini saja. Agar tidak terdengar yang lain"lanjutnya

"Nde "

"Aku menjauhimu hanya saja aku takut menjadi orang ketiga diantara kalian"

"Apa kau bercanda? Ada-ada saja kau sinb. Sudahlah kita kekelas saja. Menggambar lebih baik"jhope tertawa dan merangkul sinb

"Hehe...  Kajja "sinb menerima tawaran jhope dengan antusias

"Kau terus saja menggambar itu, apa kau tidak bosan? Atau hanya itu yang kau bisa?" ucap sinb saat menggambar bersama jhope dikelas

"Nde aku hanya bisa gambar ini. Memangnya mengapa? Apa ada masalah?"

"Ti-tidak "

"Tolong buatkan aku nama disini"jhope menunjuk gambarnya

"Nde nama apa? "Jhope mendekati sinb begitu dekat hingga jarak hanya tersisa kurang dari 5 senti. Seketika jantung sinb berdetak lebih cepat tidak karuan, terkejut, dan membulatkan kedua bola matanya.

"Jhs - hoseok sinb" bisik jhope ditelinga sinb.

"Yakk!!!  Kau ini tidak perlu berbisik seperti itu. Mengapa ada namaku? "

"Aigoo... Lihatlah wa-wajahmu... Kyeopta memerah seperti kepiting rebus haha... "

"Ishh... Berhenti mengejekku!!! "

"Aku tidak sedang mengejekmu. Aku serius" sontak sinb menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya "tentang namamu tadi, aku hanya ingin menaruh namamu disana sebagai rekan gambarku. Apa tidak boleh? Jangan tutupi wajahmu seperti itu"

"Wae? Kau tahu aku malu padamu"

"Jika kau seperti itu kapan kau akan menuliskannya Hwang Eun bi"

"Tapi jangan meledekku lagi arasho? "

"Arasho!!! "

☆Pulang sekolah☆

Sinb keluar kelas bersama hoseok karena hoseok mengajaknya pulang bersama hingga kedepan gerbang. Mereka berbincang-bincang. Hoseok berusaha menjahili sinb dengan merangkulnya.

"Apa-apaan kau merangkulku seenak hatimu? Aku tahu kau itu handsome, tinggi, putih. Tapi... "Ucap sinb menggantung hingga hoseok berhenti melangkah dengan posisi masih merangkul sinb dan menatapnya. Sinb mendongak keatas hingga tatapan mereka bertemu

"Tapi apa? "Hoseok menaikkan sebelah

"Kau itu sangat paboo wlee...;P"ucap sinb sambil menjulurkan lidahnya

"Oh... Kau meledekku ya"ucap hoseok menampilkan wajah smirknya 😏 dan mencubit pipi sinb

"Ahhh... Appo... Baiklah mianhae hoseok- ssi "

"Kau ku maafkan" sinb melepas rangkulan hoseok dan berlari kecil

"Dasar... Jhope -ssi paboo wlee;P" sinb meledek hoseok dan menjulurkan lidahnya. Membuat hoseok geram.

"Yakkk!!!!!  Awas kau sinb- ya... Kali ini kau tidak akan kumaafkan!!! "Hoseok berlari mengejar sinb tak lama kemudian hoseok berhasil menangkapnya. "Kena kau sekarang Hwang Eun Bi!!! Kali ini kau tidak akan lolos dariku"hoseok menampilkan wajah smirknya -lagi

"Ah... Baiklah baiklah mianhae jhope- ssi... Kali ini aku tidak akan mengejekmu lagi"hoseok merangkul sinb

"Yaksok kau tidak akan mengejekku lagi? Jika kau mengejekku lagi aku akan menciummu"

"Yaksok... Aniyo... Janji seperti apa itu? Aku tidak setuju"

"Kau tidak setuju rupanya... Baiklah aku tidak akan mengenalmu lagi dan cukup sampai disini"

"Yakk!!!  Kau ini benar-benar mengancamku. Hmmm.... Baiklah aku setuju"

"Nah Bagus... "

~Beberapa menit kemudian~

"Aihh... Sudah sampai rupanya. Cepat sekali eoh. Tapi appa belum menjemputku"

"Aku duluan nde mereka pasti sudah menjemputku. Kau jangan kemana-mana tunggu appa mu sampai"

"Ah... Baiklah kau hati-hati jangan ngebut. Langsung pulang"

"Yasudah aku pulang dulu.aku duluan"ucap jhope melepas rangkulannya.

"Yerin-ah... Kau melihatnya? "

"Nde... Mereka seperti pasangan baru. Apakah mereka memiliki hubungan?"

"Sepertinya tidak... Aku dengar hoseok sudah memiliki pasangan jadi tidak mungkin kan jika sinb merebutnya"

"Ahh... Benar juga kau eunha, aku hanya beerfikir ottokhe jika hoseok membuatnya baper."

"Terkadang aku juga berfikir seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi. Kita lihat saja permainan siplayboy itu. Sebaiknya kita menemui sinb, kasihan dia sendirian"

"Nde"

Yerin dan eunha pun pergi untuk menemui sinb yang tidak jauh dari keberadaan mereka. Setelah menemui sinb mereka pun berbincang-bincang. Tanpa mereka sadari, sedari tadi ternyata ada yabg mengawasi sinb sejak mereka pulang bersama.

"Aku iri padamu yabg dengan mudah bercanda gurau, dan begitu dekat dengan hoseok. Awas kau sinb- ya!!! "














































































#To be continued ^^
Mianhae for typo
Jangan lupa votenya yo... :)
Dibaca terus ya ceritanya
Mian baru sempet update
Gomawo yabg udh baca ceritanya;)

@Syifan18

Playboy {Jhope X Sinb}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang