Benar,
Benar seperti itulah halnya,
Ditelannya semua apa yang telah ia terima.
Bukan,
Bukan seperti apa yang diharapkannya,
Kepada apa?
Tidak,
Tidak lagi kepada hal yang baik apa yang ada.
Tapi,
Tapi memang seharusnya,
Bukan mudah menelan saja, tapi coba sedikit dikunyah dengan rasa,
Kunyahlah seakan mengerti dengan apa yang ditelan sebelumnya,
Menerima saja,
Gejolak hati dituruti, gejolak pikiran hanya kepada maki.
Tak lagi mudah,
Menerima apa yang seharusnya,
Tapi diperkeruh sehingga jauh dari kata sudah
Hasutan itu ia terima saja,
Tersebarnya berita bohong akibatnya,
Tak ada lagi penyaringan antar kata,
Dilahap semua yang ada,
Hingga tersisa kepada caci dan dengki semata.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEGERIKU MALANG
PoesíaKumpulan Sajak dan Pemikiran: ketika rasa kepedulian tak pernah terdengar lagi di setiap diri di negeri ini. Beberapa gambaran polemik di negeri tercinta indonesia.
