Jika negara masih tidak hadir untuk rakyat, sedang suara orang gila saja diperhitungkan tapi tidak hidupnya
Suara orang miskin saja diperhitungkan tetapi tidak hidupnya,
Dan ketika rakyat sudah berjuang sendiri tanpa negara, oknum pemerintahan bersama konstitusi menjerat rakyat dengan kenaikan-kenaikan kebutuhan primernya dan perpajakan yang menggila.
Pahlawan devisa katanya itu label korbannya,
Janji yang tertinggal dimeja makan,
Konstitusi digunakan demi pemuas nafsu oknum-oknum serakah, dan konstitusi dilupakan beralasankan penghematan khas negara
Kesehatan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat hanya tinggal di ambang telinga mereka saja.
Stunting dan gizi buruk menghantui karena ketidaktersediaan kebutuhan primer lainnya,
Lapangan kerja hilang dan sulit, menjadi pengusaha diperumit, pasar lesu akibat keuangan rakyat terbirit, karena sistem pemerintahan tidak ada untuk rakyat, yang berpotensi kurang diapresiasi,
Negara berhutang demi pemuas nafsu serakah segelintir orang, hingga rakyat yang dipaksa melunasi.
Pemerintahan yang terdistorsi oleh para kartel "samurai dan naga",
Hingga janji-janjinya tinggal sepah kuaci saja.
Rakyat sudah tidak bodoh lagi, tapi sebagian berteriak untuk negeri ternyata sama saja menjilati bokong pemerintahannya sendiri
Jelas-jelas pencintraan yang tiada henti, rakyat dilupakan seakan anak tiri
KAMU SEDANG MEMBACA
NEGERIKU MALANG
PoésieKumpulan Sajak dan Pemikiran: ketika rasa kepedulian tak pernah terdengar lagi di setiap diri di negeri ini. Beberapa gambaran polemik di negeri tercinta indonesia.
