Premanisme NEGARA

46 1 0
                                        

Pada siapa hasil pajak sebenarnya?

Mungkin itu tanya dari sebagian masyarakat, yang membayarkan kewajiban tapi tidak mendapatkan haknya.

Setiap program negara digesa, uang pangkal sepertinya.
Nama lain beban pajak itu.

Persentasenya mulai merangsak kebutuhan pokok dan kehidupan dapur. Menaik seakan tidak kenal kasta dan kondisi yang kian tersungkur.

Politikus seakan melegalkan segala tindakan berbalut alasan darurat negara seperti rakus .
Hutang melonjak, pajak menanjak, rakyat terinjak.

Estimasi hitung, menjauhkan si kaya dan si miskin kemudiannya.
Peraturan diketat, katanya demi perekonomian kuat.

Perekonomian siapa?

Dengan pengerahan aparat sebagai alat untuk membungkam, bukan menciptakan aman dan tentram bagi masyarakat. tapi aman dan nyaman hanya bagi koorporasi. Sudah kian terang-terangan memberangus makna demokrasi.

Dan hal yang paling lucu lainnya adalah, hutang menggunung rakyat menanggung, atas keserakahan pemangku jabatan negeri sendiri. Seakan dikolonialisasi oleh ras sendiri.

NEGERIKU MALANGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang