Termenung dalam ego, berusaha menjauh dari nestapa
Kita berpangku pada semesta yang sudah tua
Melalui deras aliran sungai dan rimbunnya hutan
Kita sama sama merenggut kekecewaanImpas sudah,
Saat itu kita masih menolak fana
Dan berharap menjadi satu selamanya
Tapi akhirnya berujung fatal, dan berakhir mengenaskanDalam wangi bunga cinta menatap cita
Mengingat kau pernah berkata untuk merajut asa
Tak pernah sedikitpun terlintas untuk berpisah
Tapi apadaya, saat ku tenggelam dalam harap, basah sudahHanya pena yang bisa menjawab pada selembar kertas
Hanya angin yang bisa menerbangkan daun hingga lepas
Begitupun aku, hanya bisa meratapi kapan aku akan terbebas dalam masa lalu yang panas-Salam juang kasih, 2018.
