Senja menyapa dari atas sana
Aku rindu langit menangis seperti biasanya
Namun sial, rinai enggan menampakkan dirinya
Seolah tahu hati ini tidak ingin ikut tenggelam dalam kabut asmara
Namun otak ini memaksa kenangan itu terputar kembali
Saat kita menari dibawah mentari
Tapi, tunggu. Apa apaan ini?
Mengapa tak ada hujan yang setia mengiringi?
Kecewa, senang, terharu, menjadi satu
Saat hujan tergantikan olehmu
Mau tak mau aku harus berseru
"Kaulah Hujanku"
