7 : Dinner

5.4K 251 11
                                        

Raut wajah Tante Oliv yang tersenyum menyambut kedatanganku dan Kesha saat kami sampai di ruang makan. Lagi-lagi aku dibuat kagum dengan bagian dalam rumah Tante Oliv. Atau memang akunya saja yang tak pernah masuk ke rumah sebagus ini.

Kulihat Kak Ryan juga sudah duduk menunggu kami berkumpul. Tunggu, aku baru sadar kalau dia sepertinya baru selesai mandi. Lihat saja rambutnya yang sedikit basah itu, menambah ketampanannya saja.

Haha, jangan salahkan aku mengatakan hal itu. Aku ini tetap remaja yang sukanya ngomongin cowok ganteng. Tapi karena aku sadar diri, jadi aku cuma bisa mengagumi dari jauh saja. Tidak seperti gadis lain yang bisa saja terang-terangan mendekati cowok idamannya itu. Aku hanya bisa memuji dalam hati. Poor me.

Aku membantu Kesha untuk duduk di kursinya setelah itu aku berjalan kearah Tante Oliv untuk cium tangan.

"Tante" sapaku.

"Duduk, Aless. Ayo kita makan bareng" kata Tante Oliv kemudian akupun duduk di sebelah Kesha yang astaga kebetulan berhadapan dengan Kak Ryan.

"Sarah mana?" Tanya Tante Oliv dengan matanya yang mencari Sarah.

"Bentar lagi turun kok, Tan" jawabku dan benar saja, sesaat kemudian Sarah datang dan langsung duduk di samping Kak Ryan.

"Nah, udah kumpul semua. Ayo, sekarang makan" ujar tante Oliv. Kemudian ia mengambil nasi dan lauknya terlebih dahulu kemudian disusul Kak Ryan, dan Sarah.

Saat aku hendak mengambil makananku, Kesha menahan tanganku. "Kak Aless, tolong ambilin nasi buat Kesha dong" kata gadis kecil itu sambil menyodorkan piringnya dengan puppy eyes yang membuatku ingin sekali mencubitnya gemas.

Aku tersenyum kemudian mengambil piringnya. Namun kemudian kudengar Kak Ryan angkat suara, "Kesha.... ambil sendiri dong. Kan Kesha udah gede. Kak Alessnya kan juga mau makan". Aku menoleh kearahnya yang sedang menatap Kesha. "gapapa kok, Kak" ujarku lalu mengambil nasi untuk Kesha.

"Kesha mau makan pake apa?" Tanyaku pada Kesha.

"Mmm.....pake ayam sama nugget, Kak" jawab Kesha sambil menunjuk makanannya. Akupun mengambil ayam dan nugget permintaan Kesha.

"Nah, ini" ujarku sambil menyodorkan piring Kesha yang sudah penuh dengan lauk yang diinginkannya.

Kemudian barulah aku mengambil makananku. Makan malam, yang padahal belum malam berlangsung dengan lancar dan diselingi perbincangan ringan antara keluarga Tante Oliv. Kecuali aku, aku hanya diam karena aku tak mengerti satupun pembicaraan mereka. Apalagi ketika Tante Oliv dan Kak Ryan sudah membicarakan tentang perusahaan yang sama sekali tak kumengerti.

Oh ya, jangan lupa dengan Kesha yang selalu berceloteh khas anak kecil yang selalu membuat kami tertawa.

"Oh, ya, Al. Gimana pendapat orang tua kamu tentang kamu yang mau kerja?" Tanya Tante Oliv kini beralih padaku.

Aku mendongak untuk melihatnya, "mama sih udah tau dan setuju, Tan" jawabku.

"Terus papa kamu?" Kini giliran Kak Ryan yang bertanya. Disertai raut wajahnya yang seperti sangat penasaran.

Aku menoleh ke arahnya, and suddenly his eyes met mine. Seketika seluruh organ tubuhku tak berfungsi. Yang kulakukan hanyalah menatapnya datar. Sampai deheman Sarah menyadarkanku.

"Mm...p-papa a-aku....papa belum tahu" jawabku dan aku hanya bisa memaki mulutku dalam hati kenapa bisa aku bicara segugup itu.

Aku menunduk menatap makananku, tak berniat menatapnya lagi. "Kok belum tahu?" Tanya Kak Ryan. Dari nadanya seperti ia seorang kakak yang sedang marah pada adiknya karena pulang telat.

BabysitterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang