19. Peduli

37 6 0
                                        

~ Don't forget to vote ~

❤️❤️❤️

Jlebbb...

Aku masih shock dan berusaha mencerna perkataan mereka barusan. Pikiran ku sudah amburadul kemana-mana. Hatiku benar-benar sakit, mataku sudah panas, dan entah kepana tubuhku tiba-tiba terasa lemas

"Jane..." lirih sahabatku

"Ehm...", "Kok jadi gini ya situasinya?" tanya Pin

"Udah guys, aku gapapa" jawabku sambil tiduran dimeja

"Jane jangan nangis"

Aku hanya menggeleng

"Jane..." lirih sahabatku lagi

"Hmmm?"

"Ayolah..."

"Ayolah apa? Yaudah, ayo kekantin" ajakku. Aku langsung berdiri sambil membawa tas dan pergi meninggalkan kelas menuju kantin

@ Kantin

"Jane? Aku tau pasti kamu lagi sakit hati kan?" tanya Natalia, "aku juga pernah merasakannya" sambungnya

Aku masih diam tak bergeming, perkataan Pluem dan Gabby masih terniang dikepala ku

"Jane... jangan ngelamun terus dong" rengek Vivian

"Aku gapapa" jawabku singkat

"Terus kalau sudah kayak gini gimana? Kamu masih mau berjuang ngedapetin Daniel?" tanya Cindy

"Iya" jawabku singkat

"Beneran!?" tanya Cindy

"Iya, aku juga kasian sama kalian. Kalian udah mau ngebantu aku sampai saat ini, hingga ikut-ikutan terkena masalah gara-gara aku. Aku tetap harus memperjuangkan apa yang ingin aku perjuangkan selama ini. Aku juga tidak mau membuat sahabatku yang telah mengorbankan waktunya untuk membantu ku menjadi kecewa" jelasku

"Bijak banget" sahut Vivian

"Kok terharu ya?" ucap Cindy

"Jane, jangan bilang gitu" lirih Natalia

"Jane, lu gak perlu bicara kayak gitu. Namanya sahabat harus mau menemani dan meluangkan waktunya bersama-sama dengan sahabatnya yang lain" jawab Jijke

"Sahabat itu juga harus saling membantu dan tolong menolong dalam hal apapun, dan disituasi apapun. Tenang jane, kita gak bakalan kecewa dengan semua keputusan yang kamu buat" sambung Omsin

"Karena kita melakukannya dengan tulus dan ikhlas" jawab Pin sambil memelukku

Aku langsung meneteskan air mataku, dan menangis dipelukan Pin. Aku tersentuh karena memiliki sahabat baik seperti mereka. Mereka masih perhatian sama aku disaat situasi seperti ini. Mereka adalah tempat aku bercerita dan meluangkan emosi ku. Mereka tidak pernah marah, malah menjadi pendengar yang baik untukku. Aku ingin berterima kasih kepada mereka, yang membuat aku menjadi kuat. Aku bersyukur punya sahabat seperti mereka

.
.
.

"Pulang dulu ya" ucapku

"Gak mau wifi an nih?" tanya Cindy

Aku hanya menggeleng

"Baiklah, hati-hati dijalan" jawab Cindy sambil melambaikan tangan. Aku hanya tersenyum sambil pergi meninggalkan mereka

FIRST LOVE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang