Congratulation (Twoshoot)

2.6K 225 42
                                        

Jan lupa mulmednya diputar💕
Kalimat miring = Flashback

Minho sekarang lagi ada didalam kereta. Dia masih saja memandangi ponselnya.

Minho menghela napas kasar. Semenjak putus dengan kekasihnya, Jisung tidak pernah mengangkat telpon dari Minho lagi.

Jisung dan Minho lagi duduk santai di restoran. Mereka bedua saling menatap mata satu sama lain.

Tiba-tiba Jisung mengedipkan matanya dan memberikan kiss flying di depan wajah Minho. Dan itu membuat Minho tersenyum lebar.

Kereta yang ditumpangi Minho berhenti di stasiun. Gak lama naik dua sepasang kekasih yang sedang asik bercanda dan duduk di sebrang tempat Minho duduki.

Minho mendongakkan kepalanya melihat orang didepannya.

"Jisung~a ..." Minho cuma bisa menganga tak percaya saat Jisung, mantan kekasihnya bergandengan tangan dengan cowok lain.

Jisung juga ga percaya kalau dia bakal satu gerbong dengan mantannya.

Bagaimana mungkin Jisung yang baru kemarin meminta putus dengannya, sekarang malah bersama cowok lain dan terlihat baik-baik saja?

"Minho peluk." Pintu Jisung waktu dia memeluk pinggang Minho dari samping.

Tangan Minho yang tadinya ada dipundak Jisung sekarang pindah dilengan kanannya dan menarik Jisung kedalam pelukannya lalu mengecup sebentar pipi Jisung.

Jisung tertawa geli saat Minho menguyel-uyel pipi kirinya dengan Hidung mancung milik kekasihnya itu.

Sampainya dirumah ...
Jisung dan Minho sedang asik duduk disofa sambil bermain motor balap di PS milik Minho.

"Ya! Ya! Jangan curang." Teriak Jisung

"MINHO JANGAN MENABRAKI MOTORKU TERUS."

"AH, MINHO NANTI AKU KALAH."

"A-ANDWAE, HUWEEEE." Jisung ngambek gara-gara dia kalah.

Jisung langsung menatap tajam ke arah Minho yang ada disampingnya. Lalu dia mengambil boneka yang dia pake buat tumpuan kedua sikunya dan memukul kepala Minho dengan bonekanya itu.

"Gara-gara kamu aku kalah."

"Sudah kukatakan jangan main curang."

"Ampun-ampun. Mianhae Jisungie~."

"Gak! Kamu bahkan sudah kuperingatkan berkali-kali, tapi masih tetap bermain curang. Ish." Ujar Jisung yang masih memukuli kepala Minho.

Mereka berdua masih saling pandang.

Ingin sekali Minho bertanya pada Jisung.
"Bagaimana dengannya? Apa dia lebih baik dari ku?
Apa dia menghapus semua kenanganmu tentang aku?"

Minho melihat senyum Jisung saat cowok itu mulai membuat lelucon kepadanya.

Minho melihat senyuman Jisung yang terlihat benar-benar telah melupakannya. Karena dia terlihat bahagia.

Bagi Minho, Yang terpenting adalah kebahagiaan Jisung.

Minho tersenyum miris. Bagaimana bisa dia berharap ke seseorang yang telah meninggalkannya?

"Sung, liat keatas deh." Tunjuk Minho keatas langit.

Jisung menuruti perkataan Minho, gak lama kemudian Minho mencuri satu kecupan di pipi kanannya Jisung.

"Kebiasaan deh." Ujar Jisung lalu dia meminum minuman kalengnya agar semburat merah di pipinya tidak terlihat.

Just you, MINSUNGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang