Aku ingin itu mengingatkan Kamu bahwa Kamu telah memikirkan Aku.
Aku ingin memberitahumu, bahwa Aku pikir kamu hebat.
Aku ingin itu membantu Kamu mengingat setiap kali Kamu melihatnya pada hari-hari yang belum terjadi -
Bahwa ini diberikan kepada Kamu ... Hanya karena Kamu sangat istimewa bagiku.
Seorang pria berparas tampan dengan usia sekitar 23 tahun tengah asik duduk dikursi halaman rumahnya sambil membaca koran dikedua tangannya. Sesekali dirinya juga minum kopi yang ada diatas meja sampingnya itu.
Tidak lama kemudian, seorang pria yang lebih mungil darinya muncul dari dalam rumah dengan pakaiannya yang sangat rapi sambil tersenyum lebar kearah pria yang sedang duduk tadi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kajja!" Ajaknya dengan semangat.
Bagaimana bisa seseorang yang sedang sakit tapi masih terlihat cantik dan selalu memancarkan senyuman indahnya yang dapat mengalahkan indahnya mentari pagi kepada semua orang?
Pria tampan itu masih terpaku kepada makhluk cantik didepannya. Ia tak bergeming sedikitpun. Hanya fokus memperhatikan kekasihnya dari ujung kaki ke ujung rambut.
Bibir pria cantik itu terlihat sangat pucat. Bahkan wajah cantiknya sangat kentara kalau dia sedang dalam keadaan sakit.
Tapi ada satu yang membuat pria yang tengah duduk tadi bangga kepada kekasihnya itu.
Senyuman Indahnya. Walaupun kekasihnya sedang sakit parah, pria mungil itu tetap tersenyum.
"Minho hyung?" panggilnya dengan senyumannya yang tak pernah luntur sedikitpun.
Pria tampan yang dipanggil Minho, langsung tersenyum saat kekasihnya itu memanggil namanya.
"Kenapa kau sangat cantik hari ini? Emangnya kita mau pergi kemana, heum?" tanya nya dengan nada jahilnya itu.
Bukannya cemberut atau marah. Pria mungil itu malah semakin melebarkan senyuman indahnyanya.
"Apa hanya hari ini saja aku terlihat cantik? Bagaimana dengan hari-hari sebelumnya?" tanya pria cantik itu sambil mengedip lucu kedua matanya.
Minho tertawa gemas, lalu mencubit kencang kedua pipi gembil kekasihnya.
"Kenapa kau selalu membuatku merasa gemas?" tanyanya. Kali ini ia mengerlingkan mata kirinya untuk kekasihnya itu.