Apakah akan ada ujungnya? Sepertinya tidak. Sama seperti Pelangi, yang nampak namun seperti tak tampak.
Kau tahu? Hadirku untuk menarik perhatianmu. Hadirku untuk melihat kau baik-baik saja. Hadirku untuk mejadi teman baik. Hanya teman. Tidak lebih. Tidak kurang.
Kau tahu tidak? Di setiap situasi dan kondisi, sepertinya hanya aku yang selalu berjuang. Kamu hanya berdiam diri di tempat, tak pergi kemana-mana.
Kamu hanya sibuk berlari. Hingga lupa ada aku yang mengikuti. Setiap langkahmu kuiringi do'a. Agar Tuhan menjaga keseimbangan langkah di kaki telanjangmu.
Hei, bahkan pelangiku semu. Tak berbinar seperti biasa. Hanya bayangan. Pembiasan. Tidak lebih. Tapi ketika kutatap matamu, ternyata binar pelangi itu pindah. Ada di bola matamu.
Terserah, kemanapun kamu melangkah. Aku akan terseret pasrah. Tapi tenang, aku tak akan menyerah. Kecuali, ada dia yang sudah membuatku kalah. Dengan menjadi pendampingmu, misalnya.
Diamlah. Rasaku ini terlalu merekah. Menjadi sulit di cegah.
Biarlah. Diamku ini mewakili perasaanku. Bahwa aku tak hanya memperjuangkanmu dalam realita. Namun juga dalam do'a.
Pertahankanlah. Binar dalam matamu adalah semangat untukku. Semoga tak pernah pudar dan malah semakin besar.
Teruntuk kamu, Pelangiku.
#RamadhanBerkisah
#PenaJuara
#Day19
19 Ramadhan 1439H
YOU ARE READING
Kata ✔
RandomEnjoy reading this!! Juseyo~ Start : 1 Ramadhan 1439H Finish : 1 Syawal 1439H
