Moriyama Yoshitaka : Painting

233 22 3
                                    

Pairing : Senpai!Moriyama x Kouhai!Reader
Request martiwi28_

-

Rautmu terlihat tegas, menatap pada kanvas yang penuh dengan warna. Membentuk suatu gambar yang kau kenali, gymnasium dan bola basket. Perspektif terlihat sempurna mengingat kau adalah alah satu gadis yang perfeksionis. Begitulah dimata orang yang melihat lukisan itu. Namun bagimu, kau merasa sesuatu kurang dari lukisan itu, namun entah apa.

Gymnasium dan bola basket di tengahnya serta ring di kedua sisi berlawanan dan balkon lantai dua yang sering dipakai untuk menonton.

Apa yang kurang?

Kau menghela nafas pasrah lalu membereskan peralatanmu. Menutup kanvas dengan kain, mencegah orang lain merusaknya sebelum mematikan lampu.

(๏_๏)

Kau mendongak menatap langit berwarna merah gelap, menampilkan pemandangan sang pusat tata surya tenggelam di ufuk barat. Lampu lampu di beberapa ruangan masih menyala mengingat beberapa klub masih menjalankan aktivitasnya.

Lantas, kenapa kau sendiri di ruang klub melukis tadi?

Jawabannya simple. Kaijō sedari dulu memang terkenal dengan beberapa klub saja. Yang paling digemari adalah basket dan cheerleader.

Alasannya?

Klub basket Kaijō adalah salah satu tim yang diakui di Jepang. Apalagi tahun ini mereka memiliki salah satu anggota Generasi Keajaiban, Kise Ryota. Bukan hanya itu, keberadaan anggota tim inti basket tahun ini membuat populasi anggota cheerleader bertambah. Alasannya hanya karena mereka ingin mensupport tim basket, ralat, mereka ingin bolos jam pelajaran dan ber- fangirl ria.

Dan karena itulah, sebagai salah satu klub yang tak terkenal, klub melukis hanya memiliki satu anggota. Kau.

Kau sebenarnya bisa saja mempromosikan klub melukis seperti yang dilakukan klub klub tak terkenal lainnya. Namun mengingat sifatmu apabila berhadapan dengan orang asing, kau memutuskan untuk tak melakukan promosi. Tak mengambil resiko yang nantinya membuatmu mempermalukan diri sendiri.

Pemalu, pintar dan pendiam. Mungkin itulah yang akan diucapkan oleh teman teman sekelasmu tentang dirimu. Meskipun kau mempunyai lumayan banyak penggemar dari kedua gender karena wajahmu yang bisa dikategorikan imut, kau jarang mengutarakan sepatah kata terkecuali apabila ditanya guru.

Kau menyelipkan helai rambut yang terjatuh ke telinga kananmu seraya mengambil earphone. Lagu mengalun di telingamu kala kau tersenyum tenang. Kau berjalan ke arah gerbang, namun kegiatan tenangmu terinterupsi kala kau merasakan bahu kananmu menabrak, atau ditabrak sesuatu.

Kau segera menyeimbangkan diri dan berbalik ke arah kanan. Mendapati surai hitam tak familiar yang sedikit membungkuk seraya memegang bahu kirinya. Kau menatapnya bingung sebelum kemudian lelaki itu mendongak, menatapmu. Namun kau yang kategorinya pemalu langsung mundur, menjaga jarak dengan lelaki yang kau duga adalah kakak kelasmu dengan wajah memerah.

"Ma-maafkan aku, senpai! Aku ti-tidak bermasuk me-menabrakmu!"

Sang kakak kelas menatapmu bingung sebelum senyuman terbentuk di bibirnya. "Are?" ia tertawa. "Ini salahku kok." Lelaki bersurai hitam itu menatapmu dengan senyuman diwajah, "dan lagi, kau tidak usah takut begitu. Aku jinak."

Kuroko no Basket || Various x ReaderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang