11. FINAL - Maafkan Aku

296 18 1
                                        

Aarti dengan Rishab saling melirik, kemudian mereka kembali memandang Geet. “Bukan apa-apa.” Serontak mereka berdua, karena enggan memberitahukannya tentang hubungan mereka berdua.

Sementara Geet membulatkan matanya. “Ah, baiklah.. Memangnya ada perlu apa kau memanggilku kesini?” Tanya Geet.

“Tentang masalah tadi,” Ucap Rishab.

Geet pun mengerti akan apa yang dikatakan oleh Rishab, dia tersenyum sinis. “Ah, itu mudah. Aku akan datang ke rumahmu besok.” Ujar Geet yang seraya berdiri dari kursi.

“Janji, ya?” Sahut Rishab.

“Aku jadi penasaran apa yang kalian rencanakan?” Sambung Aarti.

Geet membulatkan matanya. “Iya, aku berjanji.” Ucapnya, kemudian ia melirik Aarti. “Kau akan tahu besok,” Sambungnya yang tanpa basa-basi pergi meninggalkan tempat duduk Rishab bersama Aarti, sementara mereka berdua memandang kepergian gadis itu darinya. Mereka juga melihat Geet kembali duduk bersama Maan.

••••

Geet kembali duduk dihadapan Maan, mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum. “Aku sudah puas dengan hiburannya, ayo sebaiknya kita pulang.” Sahutnya.

Maan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. “Baiklah ayo.” Turutnya yang seraya berdiri.

Gadis itu ikut berdiri dan menyusuli Maan, tapi sebelumnya dia pergi salah satu pelayan untuk membayar jumlah makanan yang di pesannya. Dan, mereka berdua pun keluar dari restoran bintang 5 tersebut.

••••

Disisi lain, Khushi tiba-tiba tersadar dari dirinya, dia panik mengapa dia ada disini? Khushi pun turun dari ranjangnya dan bergegas keluar dari ruang rawat inap. Tapi Parwati yang melihatnya pun bersahut “Kakak mau kemana?” Pada Khushi.

“Aku ingin pergi,”

“Tapi kak---”

Khushi tidak peduli, Tapi semuanya dicegah oleh seorang pria yang bernama Arnav, dia menghentikan langkah gadis itu diambang pintu supaya Khushi tidak bisa pergi dari sini. “Maaf Ny. Khushi, Anda tidak bisa pergi, Saya sebagai polisi berhak mengawasi Anda.” Sahut Arnav.

Dengan kasar, Khushi mendorong dada pria itu. “Memangnya apa urusanmu? Hah! Minggirlah, aku ingin pergi dari sini!” Teriaknya yang seraya pergi meninggalkan pria itu, tapi pria itu justru memeluk Khushi dari belakang supaya tidak berhasil lolos secara erat.

“Aku sudah berhasil menangkap salah satu mafia disini, jadi kau jangan sekali-sekali kau berhasil lolos dari sini sebelum Pak Inspektur Rudra datang kemari untuk mengintrogasikan dirimu, Nonya!” Tegas Arnav.

“Aku tidak peduli!” Ketus Khusi menginjak kaki pria itu, pelukkannya terlepas.

“Arghht!” Rintih Arnav sambil melompat-lompat karena kesakitan, sepertinya gadis itu berhasil lolos. Dia menyuruh para polisi untuk mengejar gadis itu, sementara Parwati berusaha menelepon suaminya namun tetap tidak terhubung.

Parwati mondar-mandir pincang, dia menjadi khawatir kepada keduanya. “Dimana Komiser? Kenapa dia belum datang?” Gumamnya sambil terus menghubungi suaminya. “Ayolah, angkat teleponnya! Kakakku kabur dari sini!” Sambungnya menggerutu.

••••

Ponsel Rudra memang berbunyi tapi dengan nada getar, supaya ini tidak mengganggu mereka yang sedang bercumbu berdua di kamar dengan penuh gairah nafsu.

••••

Sementara di rumah sederhana, Ragini bangun dari tidurnya, gadis itu berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Tapi terkejutnya...

EternalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang