Permainan

19 0 0
                                        

Rasa ini menusukku perlahan.
Rindu yang sempat merajalela kau hempas sia-sia.
Dulu masih ada salam riang mu tiap hari.
Sekarang berbeda, kau kembali dalam relung kisah bodohmu yang tak pasti.
Kau enyahkanku yang dulu sempat kau puja saat tokoh utama menghilang.

Aku masih ingin menjadi yang terutama di hatimu.
Tapi tunggu, aku salah mengira.
Aku memang bukanlah yang pertama sejak dulu.
Aku akan selalu menjadi yang terakhir kala yang pertama hadir.
Dan menjadi yang pertama kala sang tokoh bermain lagi dengan rasamu.

Entah bagaimana jalan cinta ini.
Apa aku yang terlalu bodoh hingga terjerat rasa denganmu,
Atau kamu yang terlalu naif dengan semua permainannya.
Bukan berarti aku lebih baik darinya.
Jelas dia yang lebih dibanding aku si pendamba rindu yang tak pernah kau rindukan.

Tapi aku mohon,
Coba dengarkan rintik hujan yang selalu meawarkan hal baru.
Mengapa terpaku terus dengan yang lama disaat yang baru menunggu kau genggam.
Aku tak berusaha menjadi tokoh utama di hatimu,
Hanya saja jangan terlalu pasrah dengan perasaan.
Aturlah hatimu jangan biarkan sang pemeran memainkannya sesuka hati.

Sun.Jun.09

Dialog HujanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang