Chapter 2 : Ternyata

292 22 22
                                        

"Ini kamarnya Kagamine Len." Ucap Gakupo ramah.

"A-a.. terima kasih!!" Ucap gadis itu malu-malu dengan sedikit berteriak.

"Haha tidak masalah jangan gugup begitu kamu membuatku panik." Ucap Kaito yang masih dengan wajah coolnya.

"Oke, oke maafkan aku lain kali aku tidak akan gugup lagi." Ucap gadis itu sambil tersenyum tulus.

'Wahh.. cantik sekali..' Ucap batin Gakupo, Kaito, dan Kiyoteru.

Tok tok

"Jangan ganggu aku!!" Ucap Len kasar.

"Ma-maaf, Kagamine-san.. apa boleh aku berbicara denganmu sebentar?" Ucap gadis itu sedikit takut.

Tidak lama kemudian pintu terbuka.

"Hah, kau siapa?" Ucap Len dengan tatapan dingin.

"Pe-perkenalkan namaku Patricia, kamu bisa memanggilku Petty." Ucap gadis itu berani.

"Petty? Nama yang aneh." Ucap Len dingin tanpa rasa bersalah.

"Umm.."

"Jadi? Apa yang ingin kamu bicarakan?" Ucap Len sedikit lebih sopan.

"Bo-bolehkah aku berbicara didalam kamarmu?"

"Tidak, kamarku berantakan dan banyak barang yang tidak boleh kamu sentuh, jika ingin berbicara kita bisa ke atap mansion."

"Baiklah.. aku akan mengikutimu."

'Dasar pengganggu, padahal aku sedang kesal kenapa dia harus ada disini tapi kok dia terlihat cantik- tidak kenapa aku memikirkan hal itu?!' Ucap batin Len.

"Hei kasihan gadis itu harus menghadapi kebekuan sikap Len yang sulit dikalahkan itu." Bisik Gakupo.

"Andaikan dia mencariku, aku akan langsung membuatnya menjadi milikku." Ucap Kaito dengan senyum yang sulit diartikan.

"Milikmu?! Maksudnya apa?!" Ucap Gakupo kaget.

"Menjadi istriku."

"Mimpi kamu."

"Kok mimpi?"

"Pasti ditolak hahahahaha!!" Ucap Gakupo mengejek.

"Walau begitu masih banyak fansku menunggu diluar sana." Ucap Kaito yang kembali cool.

"Terserah kamu." Ucap Gakupo pasrah.

Di atap mansion

"Jadi? Apakah aku mengenalmu?" Tanya Len dengan wajah yang masih datar.

"Kamu yang mengundangku kesini tahu!!" Ucap Petty kesal.

"Hah?! Kapan?!" Ucap Len kaget dan tidak percaya.

"Hadeh kamu yang mengajakku pindah sekolah ke sekolahmu yang terkenal itu tahu!!"

"Eh- kau.."

"?"

"KAMU FANSKU YA?!" Teriak Len histeris.

"Bukan!! Hadeh.. aku Petty-chan teman lamamu kamu tahu?!"

"PETTY-CHAN YANG ITU?!" Teriak Len lagi.

"Iya baka, jangan berteriak berisik tahu!!" Ucap Petty semakin kesal dikarenakan Len temannya melupakannya.

"Maaf haha aku lupa habisnya aku sedang kesal dengan anak satu itu." Ucap Len kembali tersenyum.

"Maksudmu Rin-chan?" Tanya Petty.

"Siapa lagi kalau bukan orang yang membuatku kesal setiap hari?" Ucap Len kesal mendengar nama Rin.

"Bisakah kalian akur sehari saja?" Ucap Petty ikut pusing dikarenakan temannya tak bisa akur dengan saudara kembarnya.

"Jangan bicarakan dia lagi aku pusing." Ucap Len sambil memegang kepalanya yang menandakan dia sedang pusing.

"Lebih baik kalian berbaikan, cobalah minta maaf duluan." Ucap Petty cemas dengan keadaan Len saat ini.

"Baiklah.. akan ku lakukan." Ucap Len tersenyum menuruti perkataan temannya.

"Nah begitu donk, itu baru Len yang aku kenal!" Ucap Petty semangat.

"Terima kasih ya Petty-chan." Ucap Len dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Um! Tidak masalah bukankah kita harus saling membantu dan menghibur satu sama lain?" Ucap Petty dengan senyum yang mengembang.

"Baiklah, baiklah itulah kamu."

"Hehehe"

'...aku tidak tahu sampai kapan perasaan ini akan terbendung tapi aku harus mengatakannya disaat yang tepat...' Ucap batin Len.

"Jadi? Apakah kamu akan menginap disini?"

"Yap!! Aku akan menginap disini dan tidur bersama dikamarmu." Ucap Petty tersenyum tanpa rasa bersalah.

"A-APA?!!!" Teriak Len tidak percaya dan timbulah semburat merah di kedua pipinya.

"Pfft- tentu saja tidak pasti kamu akan bermacam-macam denganku." Ucap Petty sambil menahan tawa.

"Dasar kamu tidak pernah berubah." Ucap Len dan pura-pura marah didepan Petty.

"Ayolah haha, kamu jangan berpura-pura terus aku tahu sifatmu yang sebenarnya." Ucap Petty dengan seringainya.

"Baiklah, baiklah!! Ayo cepat kita kembali ke dalam." Ucap Len sambil menarik Petty.

"Hei, pelan-pelan!" Ucap Petty meringis kesakitan karena tangannya ditarik secara paksa.

Seketika Len menjadi amnesia dengan temannya:'3
.
.
.
.
.
.
TBC~

Everyday With VocaloidCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang