Chapter 3 : Pesaing?

215 23 39
                                        

"Hei kalian, tadi aku mendengar ada suara wanita didekat sini apakah benar?" Ucap Rin yang baru saja keluar dari kamarnya karena penasaran.

"Iya tadi ada gadis cantik yang mencari kembaranmu." Ucap Kaito yang masih dengan gaya cool.

"Hentikan gaya coolmu itu sama sekali tidak keren." Ucap Gakupo datar.

Setelah Gakupo mengatakan itu Kaito langsung berlari dan pundung dipojokan dalam hatinya mengatakan 'aku salah apa.'

"Baiklah siapa namanya?" Tanya Rin penasaran.

"Namanya Patricia panggilannya Petty."

"WHATTT?!!!! PETTY-CHANNNN!!!" Ucap Rin kaget langsung mencari Petty.

Sedangkan ditempat lain,

"Lepaskan pisang!!"

"Jangan memanggilku begitu.."

"Oke, pisang busuk!!"

"Apalagi itu.."

"Lepaskan cepat!!"

"Tidak mau.."

"Cih, dasar baka!!"

Karena tidak dituruti, Petty menendang kaki Len dan berhasil membuat Len lengah.

"Akkhhh!!" Ringis Len kesakitan.

"Akhirnya aku bebas!!" Ucap Petty senang bisa terbebas dari maniak pisang.

"Awas kamu ya.." Ucap Len dengan nada yang menyeramkan.

"Kyaaaa ada monsterrr!!" Teriak Petty sambil berlari lebih cepat.

"Kembali kamu!! Kalau tidak aku akan memaksamu tidur bersamaku dikamarku." Ucap Len puas.

"TIDAK AKAN!! DASAR MANIAK PISANG MESUM!!" Teriak Petty semakin panik dan bersembunyi dari Len. 'Dia tidak bisa menemukanku disini.' Batin Petty dan segera masuk kedalam vas bunga berukuran besar yang pas untuk dimasuki orang.

"Dimana kau Petty-chan~ uhuhuhu~" Ucap Len senyum memanggil Petty dengan nada menggoda.

"Eh, Len sedang apa senyum-senyum sendiri, jangan-jangan.. DIA GILA!! Apa karena aku dia jadi gila seperti ini.." Ucap Rin takut.

"Oh~ disini rupanya~" Ucap Len puas karena menemukan Petty didalam vas bunga berukuran manusia itu.

"AAAAAAAA!! TOLONGGG!!" Teriak Petty panik.

PAKK!!

"Akhhh!!!"

"Kamu mau apa sama Petty-chan hah?!!" Ucap Rin menolong Petty.

"Aku cuma bercanda kok, pukulanmu sakit tau!!" Ringis Len kesakitan karena pukulan Rin.

"Ada apa nih ribut-ribut? Eh hai Petty-chanku~" Ucap pria berambut pirang yang sedang meminum sekaleng soda.

"Kamu siapa?" Ucap Petty pura-pura tidak kenal.

"Kamu lupa denganku? Aku ini mantanmu~"

"Pacaran saja tidak pernah masa sudah punya mantan? Tidak aku tidak mengenalmu sama sekali." Ucap Petty datar dan tidak peduli.

"Memang bukan tetapi kamu akan menjadi milikku suatu hari nanti Petty-chan~"

Petty hanya mengabaikan gombalan pria berambut pirang tersebut dan mengalihkan pembicaraan.

"Len aku tidak akan mau tidur denganmu." Ucap Petty dengan nada datar.

"Aku hanya bercanda Petty-chan hehe kalau mau bilang saja pasti aku kabulkan kok~" Goda Len lagi.

"Tidak akan pernah." Ucap Petty datar.

"Hei, aku dikacangi." Ucap pria pirang itu kesal.

"Wah maaf ya aku tidak dengar tadi pria pecinta jeruk yang mesum." Ucap Petty dengan penekanan dikata mesum dan segera pergi bersama Rin.

"Diamlah Rinto jangan macam-macam dengan Petty-chan." Ancam Len dengan nada yang menyeramkan.

"Memangnya kamu siapa Len? Dia akan menjadi milikku bukan milikmu." Ucap Rinto sambil tersenyum.

"Lihat saja nanti Petty pasti akan memilihku bukan memilihmu jeruk." Ucap Len serius.

"Mengapa kamu begitu yakin?" Tanya Rinto.

"Tentu karena dia adalah temanku alias sahabat terdekatku." Ucap Len serius dan dingin.

"Sahabat ya, mengapa hubunganmu itu tidak pernah berubah? Apakah kamu tidak berani mengatakannya?"

"Itu bukan urusanmu." Ucap Len dingin.

"Walaupun kita ini saudara tetapi kita tidak bisa akur soal urusan cinta ya." Ucap Rinto serius.

"Diamlah." Ucap Len dan segera pergi dari Rinto.

'Lihat saja nanti.' Batin Rinto.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ohohoho~ ada pesaing baru niehhh~~

*wah direbutin*.* //dipukul readers*

Ikutin terus ya jalan ceritanya jangan lupa meninggalkan jejak~~

COMMENT AND VOTE~~

Muah muah~ //digaplok readers*

Everyday With VocaloidCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang